Pelayanan BSI. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara resmi telah menyelesaikan proses integrasi operasionalnya di awal November ini. Hery Gunardi, Direktur Utama BSI mengungkapkan, setelah proses integrasi rampung, perseroan akan makin fokus untuk mengembangkan bisnisnya.
“Dengan selesainya operational merger, kita punya waktu 100% untuk menjalankan bisnis. Kami akan punya lebih banyak waktu untuk mendevelop bisnis dan mengembangkan ekosistem yang memang ada di dalam ranah BSI. Harapannya adalah pertumbuhan jadi lebih cepat,” jelas Hery pada paparan virtualnya, 1 November 2021.
Lebih jauh, Hery memaparkan bahwa perseroan ingin terus menghimpun dana murah dalam rangka meningkatkan tingkat Current Account Saving Account (CASA) menjadi lebih baik. Selain itu, BSI juga ingin meningkatkan Fee Based Income (FBI) sebagai sumber pemasukan dari sisi bisnis.
Selain dari sisi bisnis, BSI juga ingin terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah melalui proses digitalisasi masjid yang dilakukan dengan kerja sama antara BSI dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita ingin jadi salah satu motor penggerak dalam pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Jadi hadirnya BSI tidak hanya bermanfaat dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi lainnya kita juga harus membantu masyarakat,” ujar Hery. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More
Poin Penting BEI mulai pilot project kenaikan free float 15 persen dengan menyasar 49 emiten… Read More
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen… Read More
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More