Poin Penting
Jakarta – EDGE DC resmi berganti nama menjadi Digital Edge Indonesia. Ini menandai babak baru ekspansi perusahaan pusat data yang tengah memantapkan posisinya di ekosistem digital edge kawasan Asia Pasifik.
Rebranding ini bukan sekadar kosmetik, tetapi langkah strategis untuk memperkuat identitas regional dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis di pasar pusat data Indonesia.
Langkah ekspansi Digital Edge Indonesia semakin bertenaga setelah perusahaan memperoleh pendanaan jumbo USD325 juta atau sekitar Rp5,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Baca juga: Data Streaming Jadi Tulang Punggung Aplikasi Realtime dan AI
Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur digital baru di Jakarta, refinancing fasilitas eksisting, dan penyelesaian pembangunan EDGE2.
Investasi tersebut diperkirakan mendorong percepatan ekonomi digital Indonesia, mulai dari penguatan ekosistem teknologi nasional, peningkatan minat investor global, penciptaan lapangan kerja baru, hingga penyediaan akses infrastruktur digital kelas dunia bagi UMKM maupun perusahaan lokal.
“Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia,” ujar John Freeman, CEO Digital Edge dikutip 9 Desember 2025.
“Rebranding ini memperkuat identitas regional kami dan memastikan kemampuan untuk terus tumbuh dengan standar operasional kelas dunia seiring meningkatnya permintaan infrastruktur digital,” tambahnya.
Senada, Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan. “Kami ingin berperan aktif memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui layanan pusat data yang andal, efisien, dan memenuhi standar global,” katanya.
Baca juga: Telin dan Digital Realty Kolaborasi Dorong Interkoneksi Pusat Data
Berdiri sejak 2018, EDGE DC—kini Digital Edge Indonesia—melayani sektor cloud, layanan keuangan, hyperscale, enterprise, hingga penyedia jaringan. Saat ini, mereka mengoperasikan dua fasilitas utama: EDGE1 dan EDGE2, dengan kapasitas gabungan 29 MW.
Digital Edge Indonesia menjadi operator pusat data terbesar di pusat kota Jakarta, sekaligus motor pendorong transformasi digital nasional. (*)
Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More
Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More