Politic

Usai Debat Cawapres, Nama Gibran Merajai Media Sosial, Tapi Perbincangan Negatif

Jakarta – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mendominasi percakapan di semua media digital dalam debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1).

Gibran sukses mengungguli lawannya, yakni cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar dan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD. 

Berdasarkan pengamatan Continuum, nama Gibran Rakabuming Raka bertengger diurutan pertama dengan perolehan suara sebanyak 50,21%. Adapun Muhaimin Iskandar atau Cak Imin 30,29% dan disusul Mahfud MD 19,50%.

Baca juga: Lagi-Lagi Gibran Pakai Jurus Andalan Gunakan Kata Singkatan, Langsung Disentil Moderator

“Gibran menjadi paling populer dengan mendominasi 50,21% percakapan media sosial,” kata Peneliti Big Data Continuum Wahyu Tri Utomo dalam diskusi yang digelar INDEF secara daring, Senin, 21 Januari 2024.

Ia merinci, rata-rata proporsi sorotan di setiap media sosial bersumber dari Twitter 16.724 perbincangan, TikTok 42.439 perbincangan dan Youtube 49.751 perbincangan. Adapun periode data dilaksanakan dari 21-22 Januari 2024

Meski merajai lini media sosial, perbincangan mengenai Gibran tidak melulu berisi sentimen positif masyarakat melainkan perbincangan negatif.

“Bisa jadi dia banyak diperbincangkan tapi isinya adalah topik perbincangan negatif. Atau sebaliknya dia sedikit diperbincangkan atau tidak terlalu banyak diperbincangkan tapi sentimen positifnya tinggi,” tambahnya.

Dari hasil tersebut, diketahui hasil rangkuman tentang gambaran masyarakat akan sosok para kandidat cawapres di Pilpres 2024. 

“Setelah kita analisis lebih lanjut, Cak Imin itu paling positif, Mahfud MD berkelas dan Gibran terlalu banyak gimmick,” jelasnya.

Dijelaskannya, sosok Cak Imin sendiri dinilai paling positif karena menunjukan adanya peningkatan dibanding debat cawapres sebelumnya. 

Baca juga: Mahfud MD Skakmat Gibran Soal Izin Pengusaha Tambang Nakal: Banyak Mafianya, Dibekingi Aparat dan Pejabat

“Selama debat semalam, dia sangat improve, lebih tenang dan menguasai  materi-materi debatnya,” terangnya.

Adapun sosok Mahfud MD dinilai sesuatu yang sangat berkelas dengan kapasitasnya seorang akademisi, profesor dan menjabat di pemerintahan. 

Sementara untuk Gibran, netizen tidak suka dengan gestur dirinya selama debat berlangsung. Selain itu, jawabannya dinilai tidak sesuai dengan pertanyaan yang diberikan atau tema yang diangkat.

“Namun pendukungnya masih yakin bahwa Gibran adalah calon cawapres terbaik dan bangga dengan penampilan debatnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More

19 mins ago

OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More

39 mins ago

OJK Resmi Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More

51 mins ago

Infobank Perbaiki Perhitungan LAR, Rasio Bank BCA Syariah Turun Jadi 5,53 Persen

Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More

1 hour ago

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Tetap Solid di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More

1 hour ago

Kedudukan dan Otoritas Danantara Pascarevisi Keempat UU BUMN

Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More

2 hours ago