Pertalite akan diganti dengan Pertamax Green 92. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Harga BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terpantau stabil pada pekan kedua Maret 2026, meski ketegangan geopolitik memanas akibat perang antara Amerika Serikat-Israel versus Iran. Stabilitas harga BBM ini terlihat di SPBU milik Pertamina, Shell, BP, hingga Vivo yang belum melakukan penyesuaian sejak awal Maret.
Berdasarkan data dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026, harga BBM untuk produk Pertamax Series maupun Pertamina Dex Series masih sama seperti yang ditetapkan pada awal bulan ini.
Kondisi ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Namun hingga pekan kedua Maret, harga BBM di dalam negeri masih belum mengalami perubahan.
Baca juga: Harga Minyak Melonjak, Bahlil Percepat Kebijakan Campuran Etanol ke BBM
Untuk wilayah Jakarta, harga BBM di SPBU Pertamina masih bertahan pada level yang sama sejak awal Maret 2026.
Berikut rincian harga BBM Pertamina:
Stabilnya harga BBM tersebut menunjukkan belum adanya penyesuaian meski dinamika harga minyak global bergerak fluktuatif akibat konflik internasional.
Hal serupa juga terjadi pada harga BBM di SPBU Shell. Meski sempat terjadi kelangkaan stok pada beberapa produk, harga BBM Shell tetap tidak mengalami perubahan sejak awal Maret.
Mengutip laman resmi Shell, berikut rincian harga BBM yang berlaku:
Baca juga: Harga Minyak Sempat Tembus USD100 per Barel, Purbaya Buka Suara soal APBN dan BBM
Stabilitas harga BBM juga terlihat di SPBU BP. Perusahaan energi tersebut masih mempertahankan harga yang sama seperti pada awal Maret 2026.
Berikut daftar harga BBM BP:
Sementara itu, harga BBM di SPBU Vivo juga belum mengalami perubahan pada periode yang sama.
Rincian harga BBM Vivo adalah sebagai berikut:
Stabilnya harga BBM di berbagai SPBU tersebut terjadi di tengah memanasnya konflik Iran-AS yang memicu kekhawatiran pasar energi global. Namun hingga pekan kedua Maret 2026, harga BBM di dalam negeri masih belum mengalami penyesuaian. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More