Upbit Indonesia: Pasar Aset Kripto RI Butuh Regulasi yang Adaptif di 2025

Jakarta – Upbit Indonesia sebagai platform perdagangan aset kripto melihat pasar kripto di tahun depan masih akan terus bergerak positif di tengah tren peningkatan aset kripto menjelang akhir 2024 ini.

Chief Operating Officer Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan bahwa, tren positif aset kripto tersebut ke depannya juga harus didukung oleh regulasi-regulasi yang semakin diperkuat dengan menyesuaikan keadaan atau pun kondisi aset kripto di lapangan dari sisi penyedia platform juga pengguna jasa.

“Karena ini kan perkembangannya cepat, kalau pakai cara yang sekarang, kita akan mandek. Jadi sebenarnya kita berharap sekali regulasinya tuh bisa dibuat seadaptif mungkin sesuai kondisi di lapangan,” ucap Resna dalam Media Luncheon di Jakarta, 3 Desember 2024.

Hal ini dikarenakan pasar aset kripto masih dihadapi tantangan dari sisi pencatatan atau listing aset kripto yang masih membutuhkan waktu lebih dari 3-6 bulan.

Baca juga: Ajaib Kripto Prediksi Bitocin Tembus ke Level USD100.000 di Akhir November

“Karena kendala kita sekarang, kita mau maju, ya itu tadi. Kayak contoh mau listing butuh waktu tiga bulan, enam bulan itu nggak bisa,” imbuhnya.

Adapun, Upbit Indonesia sendiri saat ini telah memiliki tiga market, antara lain IDR market, BTC market dan USDT market yang dalam per bulannya volume transaksi rata-rata yang tercatat hampir Rp1 triliun.

Meskipun angka tersebut masih jauh dari angka rata-rata sebelum masa pandemi Covid-19 yang mampu mencapai Rp2 triliun dalam bulan tertentu, Resna menyebut Upbit Indonesia saat ini menjaga volume transaksi rata-rata di sekitar Rp1 triliun.

“Jadi kalau kita memang rata-rata di sekitar Rp1 triliun kurang lebih. Agak jauh dibandingin sebelum Covid ya. Karena kalau sebelum covid itu ada bulan-bulan yang kita bisa hit Rp2 triliun sendiri di satu bulan,” ujar Resna.

Baca juga: Siap Mengawasi Aset Kripto pada 2025, OJK Antisipasi Money Laundering

Sementara itu, untuk frekuensi transaksi harian, Upbit Indonesia mencatat mampu mencapai 15.000 hingga 20.000 transaksi setiap harinya.

Sebagai informasi, salah satu aset kripto, Bitcoin telah mencatat peningkatan sebesar 37,29 persen dan berhasil ditutup di angka USD96.449 pada periode November yang menjadikannya bulan paling bullish tahun ini setelah Februari, yang mencatat kenaikan 43 persen.

Tidak hanya itu, harga Bitcoin bahkan sempat beberapa kali mencetak ATH sepanjang November dan pada akhirnya level All Time High (ATH) sejauh ini tercatat di posisi USD99.588. Hal tersebut tentunya menunjukkan keadaan aset kripto yang berada dalam tren positif. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Evakuasi Tunggu Cuaca Aman

Poin Penting Pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam… Read More

11 hours ago

Rujukan JKN Dianggap Bikin Ribet, BPJS Beri Penjelasan

Poin Penting Sistem rujukan JKN bukan hambatan, melainkan mekanisme untuk memastikan peserta mendapat layanan medis… Read More

16 hours ago

AAJI Buka Pencalonan Ketua Baru, Siapa Kandidatnya?

Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More

19 hours ago

AAJI Beberkan Alasan Penunjukan 2 Plt Ketua Sekaligus

Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More

22 hours ago

Dana Riset Naik Jadi Rp12 T, DPR Apresiasi Langkah Prabowo Temui 1.200 Rektor

Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More

22 hours ago

Indeks INFOBANK15 Menguat 2 Persen Lebih, Hampir Seluruh Saham Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More

1 day ago