Upaya BTPN Syariah Genjot Penetrasi di Sektor Mikro

Upaya BTPN Syariah Genjot Penetrasi di Sektor Mikro

BTPN Syariah Zero PHK Selama Masa Pandemi
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Bengkulu – Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan, keberhasilan BTPN Syariah dalam menggarap pasar mikro bahkan ultra mikro (UMi) tak lepas dari peran bankir pemberdaya BTPN Syariah atau yang biasa disebut community officer (CO).

“Community Officer (CO) itu aset paling penting bagi BTPN Syariah, kami tanpa CO itu apalah artinya. Karena memang mereka lah ujung tombak dalam mengubah perilaku nasabah-nasabah kami,” ujarnya, dalam Media Gathering yang diadakan BTPN Syariah, di Bengkulu, dikutip 28 Oktober 2022.

Ia menjelaskan, BTPN Syariah telah memiliki lebih dari 10 ribu CO yang tersebar di seluruh Indonesia. Para CO ini tentunya ditujukan untuk menjadi role model bagi nasabah agar berani berusaha, disiplin, kerja keras dan saling bantu satu sama lain. Untuk itu, para CO BTPN Syariah diberikan pelatihan yang sangat komprehensif mulai dari proses perekrutan, system on boarding, hingga akhirnya dilepas.

“Kita total 10 ribu CO. Tentu untuk menjadi role model bagi nasabah, pelatihan yang sangat komprehensif itu diberikan kepada mereka. Artinya, sistem merekrut mereka sampai sistem on boarding, kemudian mereka di lepas itu melalui pengawasan ketat,” kata Ainul.

Ketika memulai proses rekrutmen, on boarding, hingga melayani nasabah, lanjutnya, itu prosesnya diawasi secara ketat. Namun semuanya dimulai dari mindset masing-masing. Sejak 2019, BTPN Syariah telah merumuskan pola pelatihan, termasuk peningkatan karir yang sangat clear bagi para CO.

“Mereka ada masuk di setiap level-level tertentu. Di situ mereka diukur level kapasitasnya, jangankan untuk membahasakan bahasa yang sulit menjadi bahasa yang mudah, lalu memotivasi dan menstimulus mereka menggunakan bahasa daerah sebagai kearifan lokal, mereka pun kemudian untuk melakukan hal-hal yang di luar perkiraan mereka. Setiap level itu challenge-nya berbeda-beda dan apresiasinya juga berbeda-beda,” terang Ainul. (*) Bagus Kasanjanu

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]