UOB Gulirkan Modal Kerja Hingga Rp Miliar
Sepuluh perusahaan rintisan yang terpilih di program ini akan menerima hampir Rp4,1 miliar dalam bentuk uang tunai dan tunjangan-tunjangan yang terdiri dari satu, S$30.0002 (Rp284 juta) dalam bentuk uang tunai sebagai modal kerja, dan sebagai imbal baliknya The FinLab memiliki kepemilikan saham sebesar 6%.
Dua, S$400.000 (Rp3,78 miliar) dalam bentuk kredit perangkat lunak (software) yang disponsori oleh para mitra The FinLab.3
Tiga, S$7.000 (Rp66,2 juta) dalam bentuk penyediaan ruang kerja.
Empat, sepuluh perusahaan terbaik juga akan dibimbing oleh para ahli institusi keuangan dan wirausahawan terkemuka, termasuk para ahli software, manajer produk, serta bankir senior dari UOB. Setelah selesai mengikuti program akselerasi, perusahaan-perusahaan rintisan terpilih mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan para investor potensial untuk mengemukakan ide bisnis mereka agar mendapatkan pendanaan untuk memasarkannya.
Perusahaan-perusahaan rintisan yang berminat untuk ikut dalam program akselarasi The FinLab diharapkan seminimal mungkin telah membuatkan model layanan finansial di bidang Pembayaran, wealth management, customer experience management, big data analytics, mobility solutions atau small and medium sized enterprise banking. (Selanjutnya : UOB Berikan Pendampingan Kepada Pengusaha Rintisan)
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More