Perbankan

UOB Indonesia Targetkan 100.000 Pengguna Kartu Kredit Tahun Ini, Intip Strateginya

Jakarta – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menargetkan peningkatan jumlah nasabah kartu kredit sebanyak 100.000 nasabah pada tahun ini.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Head of Cards and Loan UOB Indonesia, Herman Soesetyo. Herman menjelaskan, hingga kini UOB Indonesia telah memiliki 1 juta lebih kartu kredit yang tersebar di masyarakat. Yang mana, satu orang nasabahnya bisa memiliki lebih dari satu kartu kredit.

“Kita cukup agresif dalam hal penambahan jumlah kartu kredit. Jumlah kartu kita yang beredar itu sudah ada lebih dari 1 juta, jadi dari situ kita berupaya terus menambah terus gitu. Kita targetkan penambahan jumlah kartu kredit di masyarakat itu hampir 100.000 setiap tahunnya. Cukup agresif kalau dari segi penambahan jumlah kartu kita,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 3 April 2024.

Baca juga: Laba Bank UOB Indonesia Anjlok 29 Persen, Ini Penyebabnya

Ia tegaskan bahwa pihaknya sangat menekankan kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan kartu kredit untuk nasabah. Pihaknya sampai membuat digital platform untuk memfasilitasi nasabah-nasabah kartu kredit UOB Indonesia yang tengah travelling ke luar negeri, sehingga bila ada insiden kartu kredit hilang, para nasabah tinggal membuka aplikasi digital untuk melakukan pemblokiran.

Herman lebih lanjut menjelaskan, paska rampungnya proses akuisisi segmen bisnis konsumer Citi Indonesia oleh UOB Indonesia, pihaknya terus menggencarkan pengadaan berbagai program menarik berhubungan dengan kartu kredit UOB Indonesia. Ini juga dilakukan untuk memastikan kelancaran atau seamlessness masa transisi nasabah ritel Citi Indonesia ke UOB Indonesia dalam hal penggunaan kartu kredit.

“Kita memastikan bahwa nasabah-nasabah yang dulu ada di Citibank merasakan bahwa program-program yang ditawarkan UOB itu berguna banget, program-programnya lebih banyak kok. Jadi, kita mau memastikan bahwa ada seamless transition di mana konsumen merasakan manfaatnya. Misalnya, program berupa lucky draw, atau konser Taylor Swift di Singapura belum lama ini, lalu ada juga Ed Sheeren. Jadi, makin banyak program-program seperti ini,” jelasnya.

Herman katakan, pihaknya juga menekankan pada konektivitas antar negara-negara di mana UOB beroperasi, sehingga semua program-program yang ada bisa saling terkoneksi. Konsep tersebut akan membantu nasabah UOB Indonesia untuk lebih memiliki akses di pasar Asia Tenggara (Asean), di mana para nasabah yang travel ke luar negeri akan mendapati program yang sama, entah itu di Thailand, Vietnam, ataupun Indonesia.

“Jadi, mereka merasakan sebagai Asean citizen. Yang kita tekankan adalah konektivitas di antara negara-negara ini di mana UOB beroperasi, sehingga semua program-programnya itu bisa saling terhubung,” tuturnya.

Baca juga: Garuda Indonesia dan UOB Kolaborasi Luncurkan Kartu Kredit Khusus Pelancong, Simak Benefitnya!

Ia kemudian mengungkapkan bahwa UOB Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai merchant partner ternama dari berbagai industri, mulai dari perhotelan, shopping retail, hingga otomotif. Di samping itu, UOB Indonesia turut menggandeng perusahaan BUMN besar seperti Garuda Indonesia dan Telkom sebagai partnership-nya dalam segmen kartu kredit.

“Kita baru ada relaunch kartu-kartu baru, kita reframe proposition-nya. Dengan Garuda kita punya tagline baru yakni ‘simple from shop to sky’. Jadi, bagi yang suka dengan kartu kredit miles, bisa memanfaatkan partnership UOB Indonesia ini dengan Garuda untuk mendapatkan tiket gratis dan lainnya. Selain itu, kita juga bekerja sama dengan Telkomsel. Garuda dan Telkomsel ini kan the largest BUMN kalau di sini,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

34 seconds ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

19 mins ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

32 mins ago

OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More

38 mins ago

Perkuat Tata Kelola dan Etika Digital, BSI Raih ISO Global 27701:2019

Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Proyeksikan BI Rate Dipangkas 2 Kali pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More

1 hour ago