UOB Indonesia resmi meluncurkan The Business Circle, program khusus untuk mendampingi perusahaan keluarga dalam memperluas wawasan, berbagi pengalaman, dan membangun koneksi bisnis di kawasan ASEAN. Saat ini, komunitas ini telah menjangkau lebih dari 1.000 anggota di seluruh kawasan.
Jakarta – UOB Indonesia meluncurkan The Business Circle, sebuah program khusus yang dirancang untuk mendampingi perusahaan keluarga dalam mengembangkan wawasan, berbagi pengalaman, dan menjalin koneksi dengan rekan bisnis di kawasan ASEAN.
Wholesale Banking Director UOB Indonesia, Harapman Kasan mengatakan, The Business Circle mendampingi para pemimpin bisnis generasi penerus dalam menghadapi tantangan kompleks pengelolaan usaha.
Ia menjelaskan, program ini mencakup berbagai kegiatan seperti forum diskusi, kunjungan pasar, serta sesi berbagi pengetahuan yang membahas isu-isu strategis, mulai dari perencanaan suksesi, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga keberlanjutan.
Semua dirancang untuk membantu peserta memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan kolaborasi baru lintas negara.
Baca juga: Bank DBS dan UOB Indonesia Kucurkan Pinjaman Rp6,7 T untuk Bangun Pusat Data di Batam
Saat ini, kata dia, komunitas The Business Circle telah menjangkau lebih dari 1.000 anggota di kawasan. Pada tahun 2024 saja, UOB telah menggandeng sekitar 330 perusahaan untuk mengeksplorasi peluang bisnis di pasar ASEAN dan membangun koneksi baru.
“Sebagai bagian dari komitmen UOB sebagai One Bank for ASEAN, program The Business Circle hadir untuk mendukung para pemimpin muda ini dengan menyediakan ruang untuk berbagi ide, memperluas wawasan, dan membangun warisan bisnis yang berkelanjutan di tingkat regional,” jelasnya, dikutip Kamis, 24 Juli 2025.
Berdasarkan UOB Business Outlook Study (SMEs and Large Enterprises) 2025, lebih dari 76 persen pemimpin bisnis di Indonesia merupakan pengambil keputusan dari generasi penerus, yang mendorong transformasi melalui digitalisasi, keberlanjutan, dan ekspansi regional.
Hampir 76 persen di antaranya berencana memperluas bisnis ke luar negeri, dengan adopsi teknologi seperti cloud computing (51 persen) dan blockchain (41 persen) yang terus meningkat.
Baca juga: Proyek Pusat Data, Bank DBS Indonesia-UOB Indonesia Sediakan Pinjaman Rp6,7 Triliun
Selain itu, para pemimpin ini juga memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerja, ketahanan rantai pasok, dan pertumbuhan jangka panjang—menunjukkan adanya pergeseran dari model bisnis tradisional menuju kepemimpinan yang lebih visioner dan berorientasi pada tujuan.
“Dengan kehadiran regional yang kuat dan kapabilitas terintegrasi, UOB menghubungkan pelaku bisnis dengan peluang global melalui jaringan perdagangan kami yang luas, didukung keahlian sektor dan platform rantai pasok yang terpadu,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More