Jakarta – Bank UOB beserta nasabah di 17 negara berbondong-bondong menggalang dana sebesar US$1,86 juta untuk disumbangkan melalui kegiatan amal tahunan UOB, the UOB Global Heartbeat Virtual Run/Walk.
Dana yang terkumpul akan didonasikan kepada 25 yayasan amal dengan tujuan memperbaiki taraf hidup anak dari keluarga yang tidak mampu dan masyarakat rentan yang terdampak pandemi Covid-19. UOB Indonesia sendiri turut berpartisipasi dan berhasil menggalang dana lebih dari Rp130 juta yang akan diserahkan kepada Yayasan Mari Berbagi Seni.
“Pada masa-masa sulit seperti sekarang ini, saya sangat senang dan mengapresiasi keluarga besar UOB dan nasabah kami yang turut serta pada kegiatan UOB Global Heartbeat Virtual Run/Walk tahun ini. Jumlah dana yang kami kumpulkan diharapkan dapat membawa perubahan bagi mereka yang terdampak COVID-19,” jelas Wee Eee Cheong, Deputy Chairman and Chief Executive UOB, pada keterangannya, Jumat, 8 Oktober 2021.
Tahun ini adalah tahun ke-15 kegiatan penggalangan dana dan kemanusiaan tahunan UOB diselenggarakan dan kedua kalinya diselenggarakan secara virtual. UOB Global Heartbeat Virtual Run/Walk berharap dapat menginspirasi para kolega untuk tetap aktif demi tujuan yang baik, seraya menjaga kesehatan mental di tengah pandemi COVID-19.
Pada kesempatan yang sama, Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia mengatakan, pihaknya senang bisa berkontribusi dalam kegiatan amal bersama UOB. Ia berharap kontribusi UOB Indonesia bisa membantu anak-anak yang kurang beruntung agar mereka dapat mengikuti sesi terapi seni yang akan bermanfaat bagi mereka di masa depan. (*)
Editor: Rezkiana Np
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More