News Update

UOB Buka Peluang Sindikasi Kredit Infrastruktur

Jakarta – PT Bank UOB Indonesia tidak ingin tertinggal untuk ikut serta dalam menyalurkan pembiayaan pada sektor-sektor infrastruktur. Guna meminimalkan risiko, UOB Indonesia lebih memilih untuk menyalurkan kredit sindikasi yang dipimpin oleh bank-bank besar.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia Iwan Satawidinata, di Jakarta, Selasa 12 September 2017. Menurutnya, perseroan membuka peluang untuk ikut serta dalam sindikasi kredit dengan bank-bank besar.

“Pasti kalau proyek-proyek infrastruktur besar gak mungkinkan dikelola hanya satu bank saja handle sendiri. Jadi, kemungkinan sindikasi pasti ada,” ujarnya.

Di tengah proyek-proyek besar infrastruktur yang tengah digenjot oleh pemerintah, dirinya meyakini, bahwa UOB Indonesia masih memiliki porsi untuk bisa ikut melakukan pembiayaan. Terlebih, proyek infrastruktur pemerintah masih banyak yang belum dikerjakan.

“Banyak proyek-proyek besar, pasti ada kesempatan buat kami sindikasi. Saat ini infrastruktur benar-benar difokuskan pemerintah dan perbankan mendukung. Karena Indonesia perlu tingkatkan infrastrukturnya,” ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, komposisi kredit UOB Indonesia mayoritas terdiri dari segmen wholesale yaitu korporasi dan komersial. Perseroan akan terus menggenjot segmen korporasi, yang sejalan dengan maraknya proyek-proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan oleh pemerintah.

Dirinya mengungkapkan, bahwa segmen korporasi akan menopang pertumbuhan kredit perseroan di tahun ini dan tahun depan. Dirinya meyakini, permintaan kredit di segmen korporasi akan meningkat sehingga akan mendongkrak semua segmen kredit dan menopang laju pertumbuhan kredit.

“Karena pemerintah punya banyak proyek infrastruktur. Itu yang pertama bergerak pasti di sektor korporasi, nah dari growth segmen lain akan turut terkerek tapi pertama kredit korporasi pasti gerak duluan,” paparnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

18 mins ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

3 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

3 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

3 hours ago