News Update

UOB-AM Indonesia Gandeng Tanamduit Hadirkan Produk Investasi IB-27

Jakarta – PT UOB Asset Management Indonesia (UOB-AM Indonesia) bersama platform investasi Tanamduit menjalin kemitraan dalam menawarkan Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27 (UOBAM IB-27) kepada nasabah investor di tanamduit dan lebih banyak jaringan. Kerja sama ini merupakan yang pertama kali dari kedua perusahaan yang bertujuan untuk menciptakan akses yang lebih luas ke produk investasi untuk mencapai inklusi keuangan.

UOBAM IB-27 adalah reksa dana indeks yang mereplikasikan konstituen Indeks BISNIS-27, indeks ini terdiri dari 27 saham yang telah melalui proses seleksi komprehensif oleh komite investasinya, dengan memenuhi kriteria fundamental keuangan dan likuiditas yang ketat. Indeks yang diterbitkan bersama oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bisnis Indonesia ini menunjukkan kinerja yang kuat dari tahun ke tahun. BEI dan Bisnis Indonesia mereview konstituen Indeks Bisnis-27 secara pada setiap secara per semester.

“Kami menyambut baik kemitraan dengan tanamduit, salah satu fintech penyedia platform investasi terbesar di indonesia, dalam hal memberikan solusi inovatif bagi investor melalui produk kami, UOBAM IB-27. Kami melihat bahwa Reksa Indeks sebagai salah satu solusi yang tepat untuk mempromosikan literasi keuangan, serta menjangkau investor baru melalui platform digital seperti tanamduit,” kata Alvin Jufitrick selaku Chief Marketing Officer dan Direktur UOB Asset Management Indonesia melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin 12 April 2021.

UOBAM IB-27 sendiri sebagai reksa dana indeks memiliki keunggulan fitur dalam hal pengawasan dari komite indeks serta pengelolaan dari tim investasi & research UOBAM Indonesia, selain itu produk ini juga memiliki transparansi dalam hal alokasi aset. Kolaborasi UOB AM Indonesia  dengan tanamduit juga mencerminkan komitmen untuk mendorong inklusi keuangan dengan menciptakan produk investasi yang lebih mudah diakses, seiring dengan upaya kami dalam mengembangkan lebih banyak solusi bagi masyarakat Indonesia.

“Kami mengapresiasi kehadiran produk UOBAM IB-27, sebagai bagian dari produk penawaran ke nasabah kami. Kami yakin dengan karakteristik IB-27 dan fitur-fiturnya akan menjadi alternatif solusi yang menarik bagi investor kami. Kemitraan dengan UOB Asset Management Indonesia dalam menghadirkan UOBAM IB-27 sejalan dengan visi kami dalam menciptakan kehidupan finansial yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia,” kata Rini Hapsari, Co-founder Tanamduit.

Lebih lanjur Rini menjelaskan, UOBAM IB-27 adalah reksa dana indeks saham yang menggunakan pendekatan Passive Management, dimana manajer investasi akan mengedepankan sikap disiplin dalam pengelolaan, dan mereplikasi alokasi saham sesuai dengan indeks Bisnis-27.

Portofolio tidak boleh menyimpang dari bobot komposisi acuan masing-masing saham yaitu minimal 80% dan maksimum 120% dari NAB sesuai regulasi. Namun, Manajer Investasi bertujuan untuk mengelola bobot minimum 95% dan maksimum 100% untuk setiap saham dari bobot saham tersebut pada indeks, dengan tingkat kas maksimum 5%, untuk mengoptimalisasikan tingkat pengembalian agar sesuai dengan Indeks Bisnis-27, sebagai indeks acuan. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

2 hours ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

2 hours ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

3 hours ago

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

3 hours ago