Keuangan

Unitlink Dikelola Selektif, MNC Life Utamakan Transparansi ke Nasabah

Poin Penting

  • MNC Life fokus pertumbuhan berkualitas dengan menyeimbangkan ekspansi bisnis, kualitas investasi, dan manajemen risiko.
  • Investasi disesuaikan liabilitas: Produk tradisional di instrumen stabil, unitlink dikelola terdiversifikasi.
  • MNC Life berusaha transparansi terkait informasi risiko dan kinerja investasi unitlink. Semua disampaikan terbuka kepada nasabah.

Jakarta – Pasca krisis kepercayaan yang sempat membayangi industri asuransi jiwa, MNC Life memilih menata ulang fokus pertumbuhan. Alih-alih mengejar ekspansi agresif, perusahaan menekankan keseimbangan antara pertumbuhan premi, kualitas investasi, dan penguatan manajemen risiko.

Presiden Direktur MNC Life, Risye Dillianti, menegaskan bahwa arah strategis perseroan ke depan adalah membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan.

“Ke depan, MNC Life menargetkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan menyeimbangkan ekspansi bisnis, penguatan kualitas investasi, serta manajemen risiko dan tata kelola perusahaan,” ujarnya kepada Infobanknews, Senin (9/3).

Baca juga: Strategi MNC Life Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Gejolak IHSG

Dalam konteks pengelolaan liabilitas jangka panjang, perusahaan memastikan alokasi aset telah disesuaikan dengan profil kewajiban dan durasi klaim.

Untuk produk tradisional, penempatan dana difokuskan pada instrumen stabil guna menjaga kesinambungan pembayaran klaim. Sementara pada produk unitlink, strategi investasi dilakukan secara terdiversifikasi sesuai karakteristik masing-masing dana.

Baca juga: Produksi Migas Digenjot, Industri Asuransi Siap Tangkap Peluang Baru di Sektor Energi

Transparansi Jadi Krusial

Menurut Risye, transparansi menjadi elemen krusial, terutama untuk produk unitlink yang memiliki risiko fluktuasi pasar. Perusahaan berupaya memastikan nasabah memahami secara utuh risiko dan potensi hasil investasi sebelum mengambil keputusan.

“Untuk produk unitlink, perusahaan memastikan bahwa informasi terkait risiko investasi, potensi fluktuasi, dan kinerja dana disampaikan secara transparan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk melalui penyampaian Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY),” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola dan disiplin manajemen risiko merupakan kunci menjaga stabilitas perusahaan di tengah ketidakpastian pasar.

“Kepercayaan nasabah, pengelolaan risiko yang disiplin, serta ketahanan finansial jangka panjang merupakan fondasi utama pertumbuhan industri asuransi jiwa secara berkesinambungan,” tegas Risye.(*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kantongi Restu RUPST, BNI Siap Eksekusi Buyback Saham Rp905,48 Miliar

Poin Penting BBNI setuju melakukan buyback saham Rp905,48 miliaruntuk stabilisasi harga dan fleksibilitas modal Saham… Read More

2 hours ago

KB Bank Ramadan Berbagi 2026: Menguat dalam Kebersamaan, Tumbuh dengan Keberkahan

Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan… Read More

4 hours ago

BEI Perkenalkan IDX Mobile Sharia, Permudah Akses Investasi Saham Syariah

Poin Penting BEI luncurkan IDX Mobile Sharia untuk memudahkan masyarakat belajar dan berinvestasi di pasar… Read More

4 hours ago

Tragedi Bantargebang Terulang, Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 4 Orang

Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More

4 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup pada Level 7.337

Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More

4 hours ago

DPR Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Koperasi BLN

Poin Penting Komisi III DPR mendorong polisi segera menahan para tersangka Koperasi BLN, termasuk Ketua… Read More

4 hours ago