Unilever Indonesia Lepas Bisnis Teh SariWangi Rp1,5 Triliun. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan rencana pelepasan bisnis teh bermerek SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, yang merupakan bagian dari Grup Djarum. Bisnis teh tersebut telah menjadi bagian dari portofolio UNVR sejak diakuisisi pada 1989.
Perseroan menandatangani perjanjian penjualan pada 6 Januari 2026 dengan nilai transaksi sebesar Rp1,5 triliun. Proses transaksi ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026.
Baca juga: Unilever Bakal Tebar Dividen Interim Rp3,30 Triliun, Catat Tanggalnya!
Secara rinci, nilai transaksi tersebut merupakan 45 persen dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar Siddharta Widjaja dan Rekan (anggota jaringan KPMG).
Selain itu, karena transaksi merupakan pelepasan segmen operasi atau usaha, maka Perseroan telah melakukan perhitungan sebagai berikut:
Dengan aksi tersebut, Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, meyakini bahwa transaksi tersebut akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya.
“Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Benjie Yap dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Baca juga: Strategi Unilever Dorong Pertumbuhan Segmen Premium
Adapun, penjualan bisnis teh tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek.
UNVR juga akan berfokus pada bisnis inti Perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang. (*)
Editor: Yulian Saputra
Produk ini memiliki dua plan untuk melayani kebutuhan yang berbeda yaitu Plan Protection yang mengedepankan… Read More
Poin Penting Maybank luncurkan strategi ROAR30 hingga 2030 untuk memperkuat daya saing dan kinerja keuangan… Read More
Poin Penting Keterbatasan Early Warning System (EWS) membuat skema asuransi kebencanaan berisiko merugi dan sulit… Read More
Poin Penting IHSG pulih ke level 8.232 usai trading halt, setelah sempat anjlok lebih dari… Read More
Poin Penting BEI memetakan perbaikan regulasi jangka pendek dan jangka panjang untuk memenuhi standar pasar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232, namun tekanan jual mereda dibandingkan… Read More