Market Update

Unilever Resmi Lepas Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum, Ini Tujuannya

Poin Penting

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjual bisnis teh SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa senilai Rp1,5 triliun, ditargetkan rampung 2 Maret 2026.
  • Nilai transaksi setara 45% ekuitas UNVR, dengan kontribusi SariWangi sekitar 2,5% aset, 3,1% laba bersih, dan 2,7% pendapatan.
  • Penjualan bertujuan mempertajam fokus bisnis inti berpotensi tumbuh tinggi serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan rencana pelepasan bisnis teh bermerek SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, yang merupakan bagian dari Grup Djarum. Bisnis teh tersebut telah menjadi bagian dari portofolio UNVR sejak diakuisisi pada 1989.

Perseroan menandatangani perjanjian penjualan pada 6 Januari 2026 dengan nilai transaksi sebesar Rp1,5 triliun. Proses transaksi ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026.

Baca juga: Unilever Bakal Tebar Dividen Interim Rp3,30 Triliun, Catat Tanggalnya!

Secara rinci, nilai transaksi tersebut merupakan 45 persen dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar Siddharta Widjaja dan Rekan (anggota jaringan KPMG). 

Selain itu, karena transaksi merupakan pelepasan segmen operasi atau usaha, maka Perseroan telah melakukan perhitungan sebagai berikut:

  • Total aset bisnis teh dengan merek “Sariwangi” dibandingkan dengan total aset Perseroan adalah 2,5 persen
  • Laba bersih bisnis teh dengan merek “Sariwangi” dibandingkan dengan laba bersih Perseroan adalah 3,1 persen
  • Pendapatan usaha bisnis teh dengan merek “Sariwangi” dibandingkan dengan pendapatan usaha Perseroan adalah 2,7 persen.

Fokus ke Bisnis Inti

Dengan aksi tersebut, Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, meyakini bahwa transaksi tersebut akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. 

“Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Benjie Yap dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Baca juga: Strategi Unilever Dorong Pertumbuhan Segmen Premium

Adapun, penjualan bisnis teh tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek.

UNVR juga akan berfokus pada bisnis inti Perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Produk ini memiliki dua plan untuk melayani kebutuhan yang berbeda yaitu Plan Protection yang mengedepankan… Read More

1 min ago

Maybank Group Bidik ROE hingga 14 Persen di 2030, Begini Strateginya

Poin Penting Maybank luncurkan strategi ROAR30 hingga 2030 untuk memperkuat daya saing dan kinerja keuangan… Read More

40 mins ago

Tanpa Hal Ini, Asuransi Bencana Dinilai Tidak Akan Efektif

Poin Penting Keterbatasan Early Warning System (EWS) membuat skema asuransi kebencanaan berisiko merugi dan sulit… Read More

1 hour ago

IHSG Balik ke Level 8.232 usai Trading Halt, Airlangga: Alhamdulillah

Poin Penting IHSG pulih ke level 8.232 usai trading halt, setelah sempat anjlok lebih dari… Read More

2 hours ago

BEI Pacu Revisi Regulasi, Target Rampung Sebelum Tenggat MSCI Mei 2026

Poin Penting BEI memetakan perbaikan regulasi jangka pendek dan jangka panjang untuk memenuhi standar pasar… Read More

2 hours ago

Perlahan Rebound, IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 8.232

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232, namun tekanan jual mereda dibandingkan… Read More

2 hours ago