Kantor Unilever Indonesia di kawasan BSD, Tangerang. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis lalu (22/6), di mana pemegang saham telah memutuskan untuk membagikan dividen final senilai Rp2,70 triliun dari laba bersih tahun buku 2022.
Dividen final tersebut akan dibagikan kepada kurang lebih sebanyak 38,15 miliar pemegang saham perseroan yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 27 Juni 2023 dengan nilai Rp71 per saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi, UNVR juga telah mmbagikan dividen interim yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp69 per saham atau berjumlah Rp2,62 triliun.
Baca juga: Siap IPO, Sinergy Network (INET) Incar Dana Rp151 Miliar
Sehingga, dividen total yang dibagikan oleh Perseroan dari tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan akan diterima oleh pemegang saham sebanyak Rp140 per saham atau sebanyak Rp5,34 triliun.
“Pembayaran dividen final kepada pemegang saham yang berhak akan dilaksanakan selambatnya pada tanggal 20 Juli 2023,” tulis manajemen dalam keterangannya dikutip, 27 Juni 2023.
Sehingga, pembagian dividen UNVR secara rinci akan dilakukan sesuai jadwal berikut ini:
Baca juga: RUPST Provident Investasi (PALM) Setujui Buyback Saham Rp80,66 Miliar
Adapun, pembagian dividen tersebut mencapai sekitar 98% dari laba bersih tahun 2022 yang tercatat senilai Rp5,4 triliun, di mana laba bersih tersebut menurun kurang lebih sebesar 6,8% secara tahunan dari Rp5,76 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More