Jakarta–United Nations Development Programme (UNDP) melakukan sosialisasi Social Finance and Sosial Enterprises guna bangun perekonomian nasional.
Christophe Bahuet, Direktur UNDP Indonesia menjelaskan, saat ini di Indonesia pemahaman mengenai konsep social finance masih sangat terbatas. Social finance banyak dipahami sebagai upaya untuk memperluas akses pendanaan kepada usaha yang berbasis individu maupun komunitas (community).
“Social finance tidak hanya pendanaan. Namun lebih mengantisipasi supply dan demand dengan konsep social finance yang banyak mempertimbangkan aspek triple bottom line yaitu profit, people dan planet,” ujar Christope di Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017.
Berdasarkan data yang juga dipaparkan UNDP, tercatat sekitar 140 juta penduduk Indonesia hidup dengan konsumsi kurang dari Rp20.000 per hari dan 19,4 juta penduduk menderita gizi buruk. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More