Categories: Lifestyle

UMKM Menopang Italia di Saat Krisis

Torino–Kelesuan ekonomi global saat ini bisa dibilang berasal dari Eropa. Ketika ekonomi AS mulai pulih dan Cina masih bisa tumbuh di atas 6%, ekonomi di negara-negara Eropa banyak yang tumbuh minus sejak beberapa tahun terakhir.

Salah satunya Italia yang pada 2012 ekonominya tumbuh minus 2,8%, pada 2013 turun 1,7%, dan pada 2014 kembali anjlok 0,4%. Tetapi, peran UKM cukup menyelamatkan ekonomi negara dengan luas 301.338 km2 untuk tidak turun lebih dalam karena krisis di zona Eropa.

Bahkan, UKM menjadi sangat sentral memperkuat pondasi ekonomi Italia apalagi sebagian besar pelaku usaha di Italia tergolong UKM. Tak sedikit perusahaan UKM yang kemudian berkembang menjadi korporasi raksasa. “Contoh usaha keluarga yang berkembang menjadi raksasa ekonomi dunia adalah keluarga Agnelli yang berhasil memproduksi FIAT di Torino dan Ferrari di Maranello,” ujar Diding S Anwar, Direktur Utama Jamkrindo yang ketika dihubungi Infobank 29 Oktober 2015 berada di Italia.

Diding yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) berada di Italia bersama sejumlah anggota DPR, Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili Choirul Jamhari, Kementerian Keuangan, Lembaga Manajemen FEUI, dan Dewan Pengawas Jamkrindo yaitu Nasaruddin Umar dan Subandriyo. Menurut Diding, kunjungan ke Italia bertujuan melihat dari dekat bagaimana Italia sebagai negara dengan ekonomi terbesar nomor delapan dunia dan nomor tiga di Eropa ternyata memiliki basis pengembangan UKM yang bagus, baik dari sisi pembiayaan, skema penjaminan kredit, dan akses pasar.

Menurut Marco Corciani dari Associazione Piccole e Medie Imprese atau Asosiasi Pengusaha UKM di Italia, basis UKM di Italia 27% berada di sektor manufaktur, 25% perdagangan dan ritel, 25% jasa, 20% craft dan 2% agrikultur.

Selain bertemu dengan Asosiasi UKM di Italia, Diding dan rombongan juga bertemu beberapa lembaga lain seperti urofidi dan Unionfidi, dua perusahaan penjaminan yang memberi back-up pemberian kredit UKM oleh institusi keuangan. Menariknya, lembaga penjamin kredit di Italia berkembang sangat pesat seperti terlihat dari jumlahnya yang mencapai hampir 700 buah, di mana 62 di antaranya beraset di atas €150 juta. “Di Italy yang menjamin kredit UKM hanya dilakukan oleh perusahaan penjaminan,” ujar Diding.

Massimo Cerreto, Director Eurofidi, menambahkan perusahaan penjaminan memberikan coverage ratio 70% hingga 80% tergantung rating kredit yang dimiliki UKM.

Selain mengembangkan skema penjaminan untuk mendukung pembiayaan kepada UKM, pemerintah Italia juga gencar melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan akses pasar UKM-nya diantaranya melalui pameran seperti Milan Expo. “Pemerintah Italia akan terus menerus membantu UKM dalam mempromosikan dan memasarkan produknya,” ujar Marco Corciani. (*) Karnoto Mohamad

Paulus Yoga

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

7 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

8 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

10 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

11 hours ago