Ekonomi dan Bisnis

UMKM Harus Jaga Skor Kredit Agar Bisa Akses Pembiayaan Murah

Jakarta – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menjaga kualitas skor kreditnya agar mempunyai banyak alternatif pendanaan. Dengan skor kredit yang tinggi, UMKM bisa mengakses pembiayaan dengan bunga yang lebih murah atau kompetitif.

“Begitu kita punya skor bagus, kita akan punya banyak pilihan. Kita bisa pergi mengajukan ke bank manapun dan mendapat kebutuhan dana yang kita butuhkan. Sekarang makin banyak Lembaga keuangan yang menerapkan risk based pricing atau harga berdasarkan risiko. Kalau risikonya tinggi, ya dikasih bunga yang lebih tinggi juga,” papar Wahyu Trenggono, Direktur Komersial PT Pefindo Biro Credit (IdScore), Selasa, 22 November 2022.

Wahyu mengungkap, dari 65 juta UMKM di Indonesia, baru 3,73 juta UMKM yang mendapatkan pendanaan dari lembaga jasa keuangan, termasuk perbankan, fintech, multifinance dan sebagainya. Dari jumlah tersebut, baru 43% yang bisa mendapatkan pinjaman tanpa jaminan. Padahal pemerintah sangat mendukung pembiayaan atau kredit untuk UMKM.

“Banyak peluang pembiayaan yang belum dimanfaatkan UMKM kita karena mereka belum tahu credit scoring-nya saat ini. Banyak sekali lembaga keuangan yang bisa kita tuju untuk mendapatkan kredit. Tapi kita harus tahu di mana posisi kita. Dengan begitu kita tahu kemana kita akan mengajukan kredit,” ujar Wahyu.

Adapun mengacu pada data risk grade yang dimiliki IdScore, per September 2022, sebagian besar debitur UMKM, mencakup individu maupun korporasi memang masuk kategori high risk (31,05) dan very high risk (33,41%). Selanjutnya 12,33% masuk kategori average risk. Sedangkan kategori very low risk dan low risk masing-masing 6,21% dan 16,99%.

Sebagai informasi, IdScore sendiri melakukan credit scoring dengna mengumpulkan data dari seluruh pihak. Skor kredit yang di rentang 250-900 menggambarkan tingkat kelayakan dan risiko kreditnya. Semakin tinggi skornya, semakin rendah risiko kreditnya. (*) Ari Astriawan.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

3 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

3 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

4 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

4 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

5 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

6 hours ago