Ekonomi dan Bisnis

UMKM Furnitur Asal Klaten Ini Tembus Ekspor Berkat BNI Xpora

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat perannya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar global lewat BNI Xpora.

Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa BNI Xpora tidak hanya memberi pembiayaan, tetapi juga mendampingi UMKM lewat konsultasi bisnis dan business event. Dukungan pada UMKM ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta pemberantasan kemiskinan.

“Sepanjang 2025, perhatian utama kami adalah memberikan layanan konsultasi bisnis dan menghadirkan business event yang membuka ruang lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing serta merasakan dampak bisnis secara nyata,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis dikutip (9/9).

Baca juga: Transformasi Digital dan Diversifikasi Kredit Jadi Pilar Kinerja BNI di Semester I 2025

Salah satu kisah sukses yang lahir dari pendampingan perseroan melalui program BNI Xpora adalah CV Ganesha Home, produsen furnitur asal Klaten, Jawa Tengah, yang kini rutin mengirimkan produk hingga delapan kontainer per bulan ke mancanegara.

Direktur CV Ganesha Home Awwalin Nurrieza Winata atau akrab disapa Icha, menuturkan bahwa meskipun perusahaan baru berdiri resmi pada 2022, bisnis ini sesungguhnya telah berakar sejak 1998 sebagai usaha keluarga yang berorientasi ekspor.

“Pembeli kami terutama adalah pedagang segmen grosir, pedagang retail, jaringan toko, dan lainnya,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, produk unggulan Ganesha Home mencakup furnitur rumah tangga, dekorasi interior, hingga kerajinan tangan. Tidak hanya fungsional, perusahaan ini juga memproduksi berbagai aksesori hiasan rumah, seperti lampu, vas, keranjang, hingga peralatan dapur. Keunggulan produk
terletak pada fleksibilitas penggunaannya, baik di dalam maupun luar ruangan.

Icha menambahkan bahwa Ganesha Home mengandalkan bahan baku alami berupa kayu mangga, sungkai, mindi, hingga rotan.

“Bahan-bahan alami kayu dan rotan menjadi aset utama kita yang tidak dipunyai oleh negara lain, yang umumnya mengandalkan kayu lapis dan plastik,”ujarnya.

Dengan keunggulan tersebut, produk Ganesha Home kini telah menembus pasar ekspor ke Australia, Chile, Jepang, Prancis, Yunani, Namibia, Amerika Serikat, hingga Uruguay. Rata-rata kapasitas ekspor mencapai delapan kontainer per bulan, dengan nilai per kontainer hingga USD20.000. Artinya, potensi ekspor Ganesha Home dapat menyentuh USD160.000–USD200.000 per bulan.

Baca juga: BNI Perkuat Dukungan ke UMKM Lewat Kredit Produktif dan Inovasi Digital

Untuk memperluas pasar, Ganesha Home aktif mengikuti berbagai pameran dan business
matching, baik di level nasional maupun internasional. Dalam hal ini, BNI memiliki peran penting
melalui program BNI Xpora, yang tidak hanya mempertemukan pelaku UMKM dengan calon
pembeli, tetapi juga memperluas ekspansi lewat portal digital.

“Terbaru, kami baru saja lolos kurasi untuk berpartisipasi dalam pameran di Mumbai, India. Terima kasih untuk BNI yang telah mendukung kami. Harapannya pameran di kancah nasional dan internasional dapat bertambah, sehingga kita bisa memaksimalkan mutu dan kapasitas,” kata Icha.

Langkah BNI dalam mendampingi UMKM seperti Ganesha Home menjadi bukti nyata komitmen
perseroan untuk memperkuat daya saing produk lokal di kancah global, sekaligus mendorong
pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

9 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

10 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

10 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

10 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

11 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

12 hours ago