Categories: News UpdatePerbankan

Ultah ke-22, Serikat Pekerja BNI Solid dan Siap Dukung Transformasi

Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengadakan talkshow secara virtual dengan tema Uplifting Our Spirit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Serikat Pekerja BNI.

Hadir pada acara ini Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Ida Fauziyah, Direksi dan Komisaris BNI, serta Pengurus Pusat Serikat Pekerja BNI. 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berpesan, semoga pada peringatan HUT Serikat Pekerja ini, BNI dapat secara konsisten meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. 

“Semoga BNI tetap konsisten untuk  memperjuangkan, membela, melindungi dan terutama yang paling penting adalah dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” ujarnya dari Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, tahun 2020 memang bukanlah tahun yang mudah. Namun, BNI siap menjadikan 2020 sebagai tahun pembelajaran. Sehingga  manajemen dan seluruh karyawan dapat terus menjunjung tinggi sikap dan komitmen dalam memberikan solusi terbaik kepada perusahaan. 

Tak hanya itu, tahun ini BNI juga siap menjalankan program transformasinya yang diwujudkan lewat Business Value yang disebut BNI Race yakni Risk Culture, Agile, Collaboration dan Execution. 

“Kita tengah menjalankan program Transformasi berdasarkan value business, yaitu BNI Race. Kita siapkan diri untuk bisa melaju lebih kencang. Saya meyakini BNI dapat tumbuh kokoh,” ujar Royke. 

Tak lupa, Royke memberikan pesan dan harapannya kepada Serikat Pekerja BNI yang tengah merayakan hari jadinya yang ke-22. “Saya mewakili manajemen menyampaikan terimakasih kepada Serikat Pekerja atas peran aktif dan terus konsisten menjadi mitra strategis manajemen. Selamat ulang tahun, semoga menjadi media yang menyuarakan aspirasi pegawai dan berperan aktif dalam menyiapkan kader-kader yang berkualitas,” tutur Royke.

Ketua Serikat Pekerja BNI Irfan Ferdiansyah menuturkan, pada peringatan HUT Serikat Pekerja BNI kali ini, dia menekankan kepada semua anggota untuk bangkit menjadi yang terbaik dan mewujudkan Visi-misi perusahaan. “Kita juga harus peduli dengan lingkungan perusahaan dan eksternal serta menjadi garda terdepan dalam mendukung perkembangan bisnis dan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

Serikat pekerja BNI terus berupaya agar dapat menjadi agen berpengaruh dan berpartisipasi secara aktif membantu manajemen mengambil strategi bisnis yang tepat. BNI Hi-Movers perlu melakukan inovasi-inovasi mencapai target bisnis yang harapkan, juga aware akan pentingnya governance, risk management and compliance (GRC) sebagai kunci sukses BNI.

”BNI memiliki potensi untuk terus berkembang menjadi bank terbesar. Karenanya penting bagi aspirasi dan suara serikat pekerja untuk terintegrasi dalam kebijakan ketenagakerjaan. Serikat pekerja harus berperan aktif dalam mendukung manajemen menjalankan strategi bisnisnya,” ujar Irfan. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Ombudsman Dukung Bank Jambi Tingkatkan Layanan Digital dan Perlindungan Nasabah

Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More

12 mins ago

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp131,9 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More

21 mins ago

Implementasi Perpres 4/2026 dan Keterkaitannya dengan Pembiayaan Perbankan

Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More

38 mins ago

Pendanaan Pinjol Melonjak Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Hidup Sesuai Kemampuan

Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More

54 mins ago

Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30,7 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More

1 hour ago

APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun, Purbaya Klaim Masih Terkendali

Poin Penting APBN awal 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB, dinilai masih… Read More

1 hour ago