Bank DKI; Kembali usung visi BPD. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Menyambut ulang tahun ke-55, PT Bank DKI Jakarta (Bank DKI) mengubah kembali arah bisnisnya.
Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan, saat ini Bank DKI kembali pada tujuan awalnya sebagai bank pembangunan daerah yang ditujukan untuk mendukung pembangunan ekonomi DKI Jakarta.
“Kita ingin kembalikan sesuai arah tujuan yang digariskan, yaitu kita akan kuatkan peran sebagai mitra pemerintah provinsi dan juga nasabah,” kata Kresno dalam acara Peluncuran JakMobile dan relokasi kantor di Jakarta, Senin, 11 April 2016.
Untuk itu menurutnya, fokus bisnis Bank DKI tahun ini akan terpusat pada 5 poros yaitu pembiayaan infrastruktur dan peningkatan layanan publik DKI Jakarta, peningkatan kualitas pendidikan, dukungan pada koperasi dan UMKM, serta membangun sinergi BUMD.
“Porsi besar nanti untuk infrastruktur BUMD dana pembiayaan UMKM. Kita sedang siapkan infrastruktur, enggak cuma teknologi tapi SDM juga,” tandas Kresno.
Tahun lalu, Bank DKI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp25,69 triliun, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp28,19 triliun serta laba bersih Rp231,80 miliar. Bank DKI pada akhir 2015, juga mencatat kenaikan kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) dari BUKU 2 ke BUKU 3 dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,53% pada akhir 2015 berkat Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp1,1 triliun. (*) Ria Martati
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More