Jakarta – Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UGM mempersembahkan buku kolaborasi dengan Japelidi dan Siberkreasi yang berjudul Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi.
Japelidi sendiri adalah komunitas pegiat literasi digital yang terbentuk sejak 2017 yang saat pandemi tergerak melakukan kampanye lawan hoaks COVID-19. Kampanye yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020 ini merupakan upaya Japelidi untuk berkontribusi menekan disinfodemi yang sama berisikonya dengan pandemi itu sendiri.
Puluhan konten digital dihasilkan dalam kampanye tersebut. Salah satunya, ‘Jaga Diri jaga Keluarga’ bahkan diproduksi dalam 45 bahasa, bahasa Indonesia, bahasa Mandarin dan 43 bahasa daerah. Kampanye ini mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia baik secara daring dan luring.
Buku ini tak hanya memaparkan kisah di balik kampanye lawan disinfodemi, tapi juga beragam riset terkini tentang komunikasi dan pandemi sekaligus bervariasi refleksi pengalaman berhadapan secara langsung dengan virus baru yang mematikan itu.
Terima kasih pada Bapak Letjen TNI Doni Monardo (Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan COVID-19), Anita Wahid (Presidium MAFINDO), Yosi Mokalu (Ketua Umum Siberkreasi), Dr Muhammad Sulhan (Ketua ASPIKOM), Indriyatno Banyumurti (ICT Watch) yang telah memberikan catatan terhadap buku ini.
Segera, unduh bukunya secara gratis, sekarang di http://ugm.id/kolaborasijapelidi. (*)
Poin Penting Reformasi klasifikasi investor hampir rampung, dengan progres mencapai 94% dan target implementasi pada… Read More
Poin Penting Celios mendorong percepatan transisi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan dan elektrifikasi transportasi guna… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DARI pemberitaan di… Read More
Poin Penting Transaksi digital BSI naik 24% secara bulanan selama Ramadan 2026, terutama pada layanan… Read More
Poin Penting FIF, anak usaha Astra Financial, mencatat laba bersih Rp4,63 triliun sepanjang 2025, naik… Read More
Poin Penting OJK menyebut banyak BPR antre merger untuk memenuhi aturan Single Presence Policy (SPP)… Read More