News Update

UEA Siap Tambah Investasi di Indonesia, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan MBZ

Poin Penting

  • Presiden Prabowo dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed sepakat meningkatkan kerja sama investasi, terutama di sektor strategis seperti energi dan infrastruktur.
  • UEA menyatakan komitmen untuk menambah investasinya di Indonesia, memperkuat kemitraan bilateral yang selama ini saling menguntungkan.
  • Pertemuan menjadi momentum penting 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA, menandai fase baru kerja sama jangka panjang kedua negara.

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) sepakat memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama investasi antara kedua negara.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi Presiden Prabowo mengatakan kedua kepala negara membahas peningkatan kerja sama, terutama di bidang investasi.

Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania, Ini Rinciannya

“Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UEA ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Teddy, dalam keterangannya, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, komitmen tersebut menandai penguatan kemitraan strategis Indonesia dan UEA yang selama ini telah terjalin erat dan saling menguntungkan.

Indonesia dipandang sebagai mitra utama UEA di kawasan Asia Tenggara, khususnya pada sektor energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan.

Baca juga: Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Presiden Prabowo menyambut baik komitmen peningkatan investasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor prioritas nasional.

Pertemuan ini juga menjadi momentum penting karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA pada 2026. Setengah abad hubungan kedua negara kini memasuki fase baru yang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

11 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

46 mins ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

57 mins ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

1 hour ago

227 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.214

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More

2 hours ago