Sergio Ermotti.
Jakarta – UBS resmi menunjuk Sergio B. Ermotti sebagai Group Chief Executive Officer untuk mengawal akuisisi Credit Suisse yang nilainya mencapai CHF3 miliar ($3,2 miliar). Dirinya menggantikan CEO UBS sebelumnya yang dijabat oleh Ralph Hammers.
Mengutip CNN, Rabu, 29 Maret 2023, Hammers sendiri sudah menyetujui untuk mundur dalam melayani kepentingan pada sektor keuangan Swiss. Dirinya akan tetap berada di sana untuk masa transisi sebelum menyerahkan tugasnya kepada pengganti barunya.
“Dewan telah mengambil keputusan mengingat tantangan dan prioritas baru yang dihadapi UBS setelah pengumuman akuisisi tersebut,” kata UBS dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu (29/3/2023).
Ermotti sendiri sudah menjabat sebagai CEO Grup UBS selama sembilan tahun, terhitung dari November 2011 – Oktober 2020. Selama menempati posisi tersebut, kinerja Ermotti dinilai moncer karena berhasil merombak bank setelah bailout selama krisis keuangan 2008.
Secara khusus, UBS berpendapat, pria berusia 62 tahun itu berhasil membangun ketahanan bank dengan menempatkan kekayaan globalnya dan bisnis manajemen aset.
Hal ini tentu saja bisa memulihkan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap UBS.
Ketua UBS Colm Kelleher pun menggambarkan Ermotti sebagai sosok “eksekutif luar biasa” yang telah membawa UBS ke tangga kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah lingkungan yang menantang.
“Dengan pengalamannya yang unik, kami yakin bahwa Ermotti akan berhasil mewujudkan integrasi yang sangat diperlukan untuk klien bank, karyawan dan investor, dan untuk Swiss,” pungkasnya.(*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More