BCA Flazz; Uang elektronik andalan BCA. (Foto: Erman)
Jakarta–Sejak dicanangkannya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada Agustus 2014 lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang elektronik sampai dengan September 2015 sudah mencapai 71,7%.
Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Eni V. Panggabean mengatakan, jumlah uang elektronik yang beredar telah mencapai lebih dari 43 juta instrument, dengan volume transaksi sebanyak 450 juta dan nilai outstanding mencapai Rp4,3 triliun.
“Hal ini menunjukkan bahwa uang elektronik mulai digunakan oleh masyarakat Indonesia,” ujar Eni di Jakarta, Kamis, 19 November 2015.
Lebih lanjut Eni mengungkapkan, penggunaan uang elektronik oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, banyak digunakan untuk transaksi yang nilainya relatif kecil seperti biaya parkir, pembayaran tol dan transportasi.
Menurutnya, sampai dengan Oktober 2015, terdapat 9 bank yang bertindak sebagai penerbit uang Elektronik dan 11 penerbit nonbank. Bank umum berkontribusi mencapai 40%, Bank Pembangunan Daerah (BPD) 4%, dan Lembaga Selain Bank (LSB) 55%.
“Perbankan memiliki kontribusi yang besar dalam menerbitkan uang elektronik. Oleh sebab itu Bank Indonesia memiliki tugas untuk mendorong gerakan nontunai ini dan merubah budaya kegiatan nontunai,” tutup Eni. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More