OCBC NISP
Uang elektronik digunakan sebagai sarana melengkapi layanan pada nasabah Usaha Kecil Menengah (UKM). Ria Martati
Jakarta–PT Bank OCBC NISP, Tbk menunggu ijin Bank Indonesia (BI) untuk meluncurkan produk uang elektronik atau e-money. Tahun ini, Perseroan akan mengeluarkan dua produk uang elektronik yaitu uang elektronik dengan server based dan chip based.
“Kita akan luncurkan juga tahun ini kita kerjasama dengan perusahaan telko, yang di chip based ini tahun ini, server based masih tunggu persetujuan BI,” ujar Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja di Jakarta, belum lama ini.
Parwati mengatakan, produk-produk e-money tersebut akan ditawarkan untuk melengkapi solusi bagi nasabah UKM-nya.
“Kita kan sasarannya ukm, juga konsumtif dan korporasi. Tapi kan nasabah kita perlu untuk bayar karyawan, itu kan masif satu pabrik bisa puluhan ibu, kalau satu per satu kan repot, dengan semuanya ada di HP kan semua orang senang,” tambahnya.
Tahun ini, menurutnya, OCBC NISP belum akan memasang target untuk produk uang elektroniknya. (*)
@ria_martati
Poin Penting OJK menerima 303 permintaan sandbox, dengan sembilan peserta terdaftar, termasuk empat berbasis aset… Read More
Poin Penting Piutang multifinance mencapai Rp506,82 triliun per November 2025, tumbuh 1,09% YoY, didorong pembiayaan… Read More
Poin Penting OJK memblokir 31.382 rekening judi online, meningkat dari sebelumnya 30.392 rekening, sebagai bagian… Read More
Poin Penting OJK menilai pasar modal 2025 solid, dengan IHSG naik 22,13% ytd, mencetak 24… Read More
Poin Penting Total pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp94,85 triliun per November 2025, tumbuh 25,45 persen… Read More
Poin Penting Kredit perbankan tumbuh menguat 7,74 persen yoy pada November 2025 menjadi Rp8.315 triliun… Read More