Moneter dan Fiskal

Uang Beredar Tumbuh 9,6 Persen Jadi Rp10.133 Triliun per Desember 2025

Poin Penting

  • Uang beredar luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen (yoy) menjadi Rp10.133,1 triliun, meningkat dibandingkan November 2025 sebesar 8,3 persen (yoy)
  • Pertumbuhan M2 terutama ditopang M1 yang melonjak 14,0 persen (yoy) menjadi Rp5.955,9 triliun, dipicu kenaikan giro rupiah (22,3 persen yoy)
  • Pertumbuhan uang beredar dipengaruhi peningkatan tagihan bersih ke Pempus sebesar 13,6 persen (yoy).

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh lebih tinggi. Pada Desember 2025, M2 tumbuh sebesar 9,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp10.133,1 triliun. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 yang sebesar 8,3 persen (yoy).

Mengutip dalam Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, berdasarkan komponennya perkembangan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy).

Rinciannya, M1 dengan pangsa 58,8 persen dari M2 pada Desember 2025 tercatat Rp5.955,9 triliun atau tumbuh sebesar 14,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 11,4 persen (yoy).

Baca juga: Stabilkan Sistem Keuangan, LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,5 Persen

Perkembangan M1 tersebut disebabkan oleh perkembangan giro rupiah dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu yang tumbuh masing-masing sebesar 22,3 persen (yoy) dan 7,7 persen (yoy). Ini meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 14,8 persen (yoy) dan 7,5 persen (yoy).

Sementara itu, uang kartal di luar bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp1.214,7 triliun, atau tumbuh 14,3 persen (yoy), setelah pada November 2025 tumbuh sebesar 14,6 persen (yoy).

Selanjutnya, uang kuasi pada Desember 2025 dengan pangsa 40,7 persen dari M2 tercatat sebesar Rp4.124,7 triliun atau tumbuh 5,5 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan lainnya dan giro valas masing-masing sebesar 11,9 persen (yoy) dan 2,1 persen (yoy), setelah pada November 2025 tumbuh masing-masing sebesar 17, 2 persen (yoy) dan 6,4 persen (yoy).

Adapun faktor-faktor yang memengaruhi uang beredar pada Desember 2025 terutama oleh tagihan bersih kepada Pempus dan perkembangan penyaluran kredit.

Tagihan bersih sistem moneter kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 8,7 persen (yoy).

Baca juga: BI Ungkap Alasan Inflow ke RI Minim di Dua Tahun Terakhir

Kemudian, penyaluran kredit pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp8.448,1 triliun atau tumbuh sebesar 9,3 persen (yoy). Sebagai perbandingan, penyaluran kredit November 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,9 persen (yoy).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy). (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Juda Agung dan Thomas Djiwandono Dilantik jadi Ex-officio OJK

Poin Penting Juda Agung dan Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK… Read More

2 hours ago

Kemenkop Luruskan Isu Bentrokan Desa yang Dikaitkan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih hanya di lahan bebas… Read More

2 hours ago

Purbaya Sebut BGN Usul Efisiensi MBG, Bisa Hemat Rp40 Triliun Setahun

Poin Penting BGN mengusulkan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp40 triliun, yang berasal… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 2,75 Persen ke Posisi 7.302

Poin Penting IHSG ditutup di level 7.302,12 atau naik 2,75 persen dari 7.106,83, dengan mayoritas… Read More

3 hours ago

Bukti Potong PPh 21 Pensiun Kini Bisa Diunduh Online, Ini Cara Aksesnya

Poin Penting Bukti potong PPh 21 pensiun kini dapat diunduh secara daring melalui layanan TOOS… Read More

3 hours ago

Hasan Fawzi Kini Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK

Poin Penting Hasan Fawzi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif… Read More

3 hours ago