Ilustrasi: Uang beredar Februari 2026. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh positif. Posisi M2 pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp10.089,9 triliun atau tumbuh sebesar 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), setelah pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy).
Berdasarkan data dari Analis Perekembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.
Secara rinci, M1 dengan pangsa 58,3 persen dari M2, pada Februari 2026 tercatat Rp5.887,0 triliun atau tumbuh sebesar 14,4 persen (yoy), setelah tumbuh 14,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Baca juga: Menakar Independensi Bank Indonesia
Perkembangan M1 dipengaruhi oleh giro rupiah dan tabungan rupiah ditarik sewaktu-waktu yang tumbuh masing-masing sebesar 23,5 persen (yoy) dan 7,4 persen (yoy).
Selanjutnya, uang kuasi dengan pangsa 41,2 persen dari M2 pada Februari 2026 tercatat tumbuh positif sebesar 3,1 persen (yoy) menjadi Rp4.154,7 triliun, meski melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,3 persen (yoy).
Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan simpanan berjangka, dan tabungan lainnya masing-masing sebesar 3,7 persen (yoy), dan 9,3 persen (yoy).
Sementara itu, uang kartal di luar bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp1.159,9 triliun, atau tumbuh sebesar 15,0 persen (yoy). Ini meningkat dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 14,5 persen (yoy).
Baca juga: Menkeu Purbaya Setop Pengajuan Anggaran Baru demi Jaga APBN
Perkembangan M2 pada Februari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat (Pempus) dan penyaluran kredit. Tagihan bersih sistem moneter kepada Pempus tumbuh sebesar 25,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 22,6 persen (yoy).
Sementara itu, penyaluran kredit pada Februari 2026 tercatat Rp8.420,5 triliun atau tumbuh 8,9 persen (yoy), setelah pada Januari 2026 tumbuh 10,2 persen (yoy). Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 2,0 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 5,5 persen (yoy). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mencatat laba bersih Rp16,40 miliar pada 2025, tumbuh… Read More
Poin Penting DPR minta Presiden Prabowo turun langsung menangani kapal Pertamina yang tertahan di Selat… Read More
Poin Penting Harga BBM minggu ini tidak berubah dan masih mengacu pada penyesuaian per 1… Read More
Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR Rp7,35 triliun kepada 59.327 UMKM,… Read More
Poin Penting BI meluncurkan instrumen baru berupa SVBI dan SUVBI sebagai underlying transaksi repo valas… Read More
Poin Penting Pengguna Bale by BTN melonjak 102% YoY menjadi 3,6 juta pada 2025, menegaskan… Read More