Moneter dan Fiskal

Uang Beredar Tumbuh 7,6 Persen Jadi Rp9.657 Triliun di Agustus 2025

Poin Penting

  • Pertumbuhan M2 meningkat menjadi Rp9.657,1 triliun pada Agustus 2025, tumbuh 7,6 persen yoy
  • Pendorong utama pertumbuhan berasal dari M1 yang naik 10,5 persen yoy didorong giro rupiah (+17,9 persen yoy) dan uang kartal (+13,4 persen yoy)
  • Faktor penopang tambahan berasal dari kenaikan aktiva luar negeri bersih (+10,7 persen yoy) dan penyaluran kredit (+7,0 persen yoy).

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh lebih tinggi. Pada Agustus 2025 pertumbuhan M2 sebesar 7,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp9.657,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2025 sebesar 6,6 persen yoy.

Berdasarkan komponennya, perkembangan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5 persen yoy dan uang kuasi sebesar 5,6 persen yoy.

Secara rinci, M1 dengan pangsa 56,5 persen dari M2 pada Agustus 2025 tercatat Rp5.451,5 triliun atau tumbuh sebesar 10,5 persen yoy. Angka ini juga lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen yoy.

“Perkembangan M1 terutama disebabkan oleh perkembangan giro rupiah dan uang kartal di luar bank umum dan BPR,” tulis laporan statistik uang beredar, dikutip, Rabu, 24 September 2025.

Baca juga: Kemenkeu Salurkan Rp200 Triliun, LPS: Perkuat Likuiditas Bank

Adapun giro rupiah pada Agustus 2025 sebesar Rp1.972,2 triliun, atau tumbuh 17,9 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,6 persen yoy.

Uang kartal di luar bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) pada Agustus 2025 tercatat sebesar Rp1.082,4 triliun atau tumbuh sebesar 13,4 persen yoy. Ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,0 persen yoy.

Sementara itu, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu sebesar Rp2.396,8 triliun, tumbuh 3,9 persen yoy, setelah pada Juli 2025 tumbuh 5,0 persen yoy.

Selanjutnya, uang kuasi pada Agustus 2025 dengan pangsa 43,1 persen dari M2 tercatat sebesar Rp4.158,2 triliun atau tumbuh 5,6 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,9 persen yoy.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan simpanan berjangka dan giro valas masing-masing sebesar 5,4 persen yoy dan 4,7 persen yoy. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2025 masing-masing sebesar 4,9 persen yoy dan 3,2 persen yoy.

Baca juga: Likuiditas Bank Himbara Diperkuat Dana Rp200 Triliun, Ini Respons Bos Danantara

Di samping itu, perkembangan M2 pada Agustus 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus). Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 10,7 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,3 persen yoy.

Sementara penyaluran kredit pada Agustus 2025 tercatat sebesar Rp7.966,1 triliun atau tumbuhvsebesar 7,0 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2025 sebesar 6,7 persen yoy.

Kemudian, tagihan bersih sistem moneter kepada Pempus tumbuh sebesar 5,0 persen yoy, setelah pada Juli 2025 terkontraksi sebesar 6,2 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Melemah ke Posisi 6.971

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,79% ke level 6.971 dengan mayoritas saham terkoreksi.… Read More

25 mins ago

KB Bukopin Finance Sabet Peringkat 1 TOP Corporate Brand 2026, Bukti Brand Makin Solid

Poin Penting KB Bukopin Finance meraih Peringkat 1 TOP Corporate Brand 2026, mencerminkan meningkatnya kepercayaan… Read More

1 hour ago

Harga Plastik Melonjak Dampak Perang Iran, Apa Langkah Pemerintah?

Poin Penting: Harga plastik melonjak hingga 100 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku dari Timur… Read More

1 hour ago

Outstanding Pindar Tembus Rp100,69 Triliun, Tumbuh 25,75 Persen per Februari 2026

Poin Penting Outstanding pindar mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026, tumbuh 25,75% yoy. Risiko kredit… Read More

2 hours ago

Jumlah Investor Pasar Modal Maret 2026 Tumbuh 21,51 Persen jadi 24,74 Juta

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah investor pasar modal dalam negeri terus mengalami… Read More

2 hours ago

OJK Dorong Lembaga Jasa Keuangan Lakukan Asesmen Dampak Konflik AS-Iran

Poin Penting OJK mendorong lembaga jasa keuangan (LJK) melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi dampak konflik… Read More

3 hours ago