Keuangan

Tutup Lebih dari 5 Ribu Pinjol Ilegal, OJK Wanti-Wanti Hal Ini ke Mahasiswa

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah menutup kurang lebih 5.000 fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) untuk mencegah masyarakat agar tidak terjebak pinjol ilegal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, bahwa dengan adanya UU PPSK telah membantu OJK dalam menindak aktivitas ilegal di sektor keuangan khususnya pinjol.

Baca juga: OJK Dalami Kasus Pinjol di UIN Raden Mas Said Surakarta, Siap Beberkan ke Publik

“Pinjol ilegal ini punya satgas investasi sudah menutup 5 ribu lebih, dengan PPSK sekarang sudah ada jelas sanksinya untuk aktivitas ilegal di sektor keuangan sanksi pidana dan dendanya sangat besar. Kita sedang berkoordinasi dengan 12 kementerian dan lembaga supaya memberikan efek jera yang lebih lagi,” ucap Kiki sapaan akrabnya di Jakarta, 15 Agustus 2023.

Dirinya juga mengimbau masyarakat terutama mahasiswa untuk berhati-hati dalam berperilaku di sektor keuangan, karena dapat memengaruhi riwayat sistem layanan informasi keuangan (SLIK) jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kredit macet.

“Sekarang kalau di paylater mereka akan masuk ke SLIK, kalau mereka macet dan lainnya, daftar kerja susah mau mengajukan KPR, jadi ini perlu sosialisasi bareng,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kiki juga mengungkapkan bahwa sebenarnya pinjol diibaratkan sebagai sebuah ‘pisau’. Pasalnya, jika digunakan untuk hal yang bermanfaat tentunya akan bermanfaat juga, tetapi sebaliknya akan merugikan jika digunakan untuk hal yang negatif.

Baca juga: Berkaca dari Kasus Utang Pinjol Berujung Kematian Mahasiswa UI, Begini Saran Financial Planner

“Contohnya kalau pisau, kalau pisaunya kita mengambil pisau ibu kita kan dicari karena ibu kita butuh untuk ngupas-ngupas, dan lainnya, tapi kalau dipakai yang ngga bener kan bisa mencelakakan sama seperti pinjol,” ujar Kiki.

Adapun, pinjol saat ini lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dalam mengikuti perkembangan zaman, padahal jika digunakan dengan baik pinjol menjadi alternatif masyarakat untuk menghindari rentenir. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Pasal Karet Jadi “Hantu” Bankir dan Hadang Denyut Nadi Ekonomi

Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

51 mins ago

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

4 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

4 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More

4 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

15 hours ago