Ilustrasi gerai McDonald's. (Istimewa)
Jakarta – Perusahaan makanan cepat saji McDonald’s menutup sementara operasional kantornya di Amerika Serikat pekan ini lantaran tengah bersiap mengumunkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan.
Dinukil Reuters, Senin (3/4/2023), PHK kepada karyawan McDonald’s sendiri dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan yang lebih luas.
Dalam sebuah surat elektronik kepada karyawan pekan lalu, McDonald’s meminta kepada para karyawan dan staf internasional yang ada di AS untuk bekerja dari rumah dari Senin (3/4) hingga Rabu, (5/3) ini.
Perusahaan akan memberikan keputusan kepegawaian atau PHK tersebut dilakukan secara virtual. Meski begitu, tidak disebutkan secara jelas berapa jumlah karyawan yang akan terkena dampak PHK.
“Selama Minggu 3 April, kami akan mengkomunikasikan keputusan penting terkait peran dan tingkat kepegawaian di seluruh organisasi,” kata perusahaan tersebut.
McDonald’s juga meminta para karyawan untuk membatalkan seluruh pertemuan langsung dengan pihak vendor dan luar lainnya di kantor pusat.
Sejauh ini, manajemen McDonald’s belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemberitaan ini. Namun diperkirakan mulai mengumumkan keputusan penting pada Senin ini.
Sebelumnya, CEO McDonald’s Chris Kempczinski pada sebuah wawancara mengatakan, PHK dan reorganisasi dilakukan lantaran perusahan tengah memfokuskan prioritas dalam mempercepat ekspansi restoran cepat saji tersebut.
“Hari ini, kami terbagi menjadi silo dengan pusat, segmen, dan pasar. Pendekatan ini telah ketinggalan zaman dan membatasi diri. Kami mencoba memecahkan masalah yang sama berkali-kali, tidak selalu berbagi ide, dan lambat untuk berinovasi,” terangnya dikutip dari CNBC.
Pihaknya juga menyebut akan mempercepat rencana pengembangannya restoran anyar meski tidak menyebut perkiraan berapa banyak restoran baru yang dibangun pada tahun 2023,
“Kita harus mempercepat pembukaan restoran kita untuk sepenuhnya menangkap peningkatan permintaan yang telah kita dorong selama beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Diketahui, McDonald’s sendiri sudah melakukan beberapa putaran PHK dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018, McDonald’s memangkas ribuan karyawannya untuk mendorong agar bisnis bisa lebih dinamis, gesit, dan kompetitif.
Per Februari 2023, McDonald’s tercatat mempekerjakan lebih dari 150.000 orang secara global dalam peran korporat dan restoran, dengan 70 persen di antaranya berada di luar AS. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More
Poin Penting Rupiah melemah ke level Rp16.864 per dolar AS, namun pemerintah menilai kondisi tersebut… Read More
Poin Penting Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global, termasuk tensi geopolitik… Read More
Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,78 persen ke level 9.018,26 dan sempat menyentuh 9.021,14, dengan… Read More