Keuangan

Tuntaskan Akuisisi Home Credit Indonesia, Krungsri Memperkuat Positioning di ASEAN

Jakarta – Krungsri (Bank of Ayudhya PCL) menuntaskan akuisisi mayoritas saham PT Home Credit Indonesia. Grup keuangan asal Thailand yang juga terafiliasi dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) itu memperkuat kehadirannya di ASEAN dengan menggenggam 75% saham Home Credit Indonesia.

Dengan transaksi itu, Krungsi sebagai bank regional memperluas kehadirannya di lima negara ASEAN. Secara bersamaan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), anak usaha anggota MUFG, yakni Bank Danamon, juga menyelesaikan akuisisi saham Home Credit Indonesia sebanyak 9,83%.

Baca juga: Hingga September 2023, Home Credit Gandeng 2.300 Toko Mitra Baru Untuk Perluas Akses Pelanggan

Presiden dan Chief Executive Officer Krungsri, Kenichi Yamato, mengatakan, Krungsri terus memperluas jangkauan untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan di seluruh wilayah ASEAN.

“Dengan suksesnya akuisisi Home Credit di Indonesia, kini kami memiliki kehadiran yang kuat di lima negara ASEAN, termasuk Lao PDR, Kamboja, Filipina, Vietnam, Indonesia, dan kantor perwakilan di Myanmar. Oleh karena itu, pencapaian strategis ini semakin meningkatkan posisi kami sebagai bank regional di pasar ASEAN,” terangnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Oktober 2023.

Yamato menambahkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang solid di kisaran 5% dalam lima tahun ke depan, Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan. Apalagi dengan prospek pengeluaran konsumen yang terjaga kuat.

Kesuksesan selama satu dekade beroperasi di Indonesia, menjadikan Home Credit Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pembiayaan konsumen. Home Credit Indonesia mempunyai lebih dari 17 juta pengguna aplikasi terdaftar dan telah melayani lebih dari 6 juta pelanggan.

“Ke depannya, Krungsri berkomitmen untuk menjalin kolaborasi erat dengan Home Credit dengan memanfaatkan keahlian kami bidang pembiayaan konsumen dan manajemen risiko untuk memperluas mitra bisnis baru, menumbuhkan basis pelanggan, dan menghadirkan produk dan layanan inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang terus berkembang,” tambah Yamato.

Sementara, Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, menambahkan, suksesnya akuisisi Home Credit Indonesia menjadi langkah kolaborasi strategis bagi perseroan untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus memperkuat posisi di pasar Indonesia.

“Hal ini merupakan bentuk nyata sinergi Adira Finance dengan entitas Grup MUFG untuk dapat memberikan layanan yang lebih optimal kepada pelanggan dan mitra bisnis kami,”kata Made.

Baca juga: MUFG Guyur Pinjaman USD404 Juta untuk Dua Proyek Data Center EdgeConneX

Adapun Chief Executive Officer Home Credit Indonesia, Animesh Narang, mengatakan, transaksi ini menjadi bukti keberhasilan dan rekam jejak kuat Home Credit di Indonesia, sejak kehadirannya pada 2013 silam.

“Komitmen kami untuk membina hubungan antara peritel, penyedia layanan yang penting, dan pelanggan telah menciptakan suatu ekosistem yang dicirikan dengan akses terhadap layanan keuangan yang bertanggung jawab, andal, dan terjangkau,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Update Harga Emas Hari Ini (6/3): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 naik tipis ke Rp3.080.000 per gram, sementara UBS juga naik… Read More

1 hour ago

IHSG Jelang Akhir Pekan Kembali Dibuka Terkoreksi ke Level 7.649

Poin Penting IHSG dibuka terkoreksi ke level 7.649, turun 0,79 persen dari penutupan sebelumnya. Pelemahan… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Ketegangan Timur Tengah jadi Pemicu

Poin Penting Rupiah melemah dan dibuka di Rp16.923 per dolar AS, turun 0,11 persen dari… Read More

1 hour ago

DJP Segera Luncurkan Coretax Mobile, Wajib Pajak Bisa Lapor SPT Lewat HP

Poin Penting DJP akan meluncurkan aplikasi untuk Android dan iOS dalam dua minggu ke depan.… Read More

2 hours ago

ART RI-AS Diteken, Indonesia Bisa Digugat Banyak Pihak, Ini Alasannya!

Poin Penting Perjanjian ART RI–AS berpotensi digugat di WTO karena dinilai terlalu menguntungkan Amerika Serikat… Read More

2 hours ago

IHSG Berpeluang Terkoreksi, 4 Saham Ini Layak Dicermati

Poin Penting MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG 6 Maret 2026 bisa turun, dengan area koreksi 7.140–7.391.… Read More

2 hours ago