News Update

Tunggu Keputusan Presiden, Ini Profil 3 Calon Ketua DK LPS

Jakarta — Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon Ketua Dewan Komisoner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) periode 2025-2030 telah menetapkan tiga nama kandidat yang akan melangkah ke tahap berikutnya.

Adapun pengumuman resmi telah disampaikan langsung oleh Ketua Pansel, Sri Mulyani Indrawati, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 1 Agustus yang lalu.

Sri Mulyani menegaskan, proses seleksi calon anggota Dewan Komisioner LPS dilakukan secara ketat dan berintegritas.

Dari proses seleksi yang berlangsung sebelumnya, Pansel telah meloloskan tiga calon ketua dan tiga calon anggota Dewan Komisioner.

Menanggapi proses seleksi anggota Dewan Komisioner LPS ini, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menekankan, proses pemilihan DK LPS harus mengedepankan asas independensi.

“Proses rekrutmen dan asesmen para calon juga harus berdasarkan kompetensi dan integritas. Hal ini bisa dilihat dari latarbelakang pengetahuan dan pengalamannya.  Kompetensi bisa dilihat dari background knowledge dan experience-nya,” ungkap Esther dikutip 19 Agustus 2025.

Baca juga: Bos LPS: Program Penjaminan Polis Masih Tunggu PP

Profil Calon Ketua DK LPS

Agresius R. Kadiaman

Agresius merupakan bankir yang memiliki pengalaman luas di industri perbankan. Melansir laman resmi China Construction Bank Indonesia (CCB), Agresius sudah berkarier di dunia perbankan sejak 1991 dan sempat bekerja di sejumlah bank besar seperti Citibank, Danamon, dan Bank Bali.

Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 2000.

M. Iman NHB Pinuji

Saat ini Iman menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Dia memiliki rekam jejak karier yang cukup matang di bidang pengawasan keuangan.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Grup Akuntansi dan Anggaran serta Direktur Grup Analisis Resolusi Bank di LPS. Kariernya diawali sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Purbaya Yudhi Sadewa

Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris LPS saat ini, Purbaya pernah menjabat Deputi di Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi yang dipimpin Luhut.

Ia juga pernah menjadi Staf Khusus di Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan serta Deputi di Kantor Staf Presiden selama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kedekatannya dengan Luhut menjadi salah satu faktor yang cukup mencuri perhatian dalam proses seleksi ini.

Nama Purbaya tidak asing lagi bagi lingkungan Istana di era Presiden Joko Widodo. Purbaya kerap dilibatkan dalam pengambilan keputusan beberapa kebijakan strategis bidang ekonomi di masa Presiden Joko Widodo kala itu.

Baca juga: LPS: Tabungan Masyarakat di Bawah Rp2 Miliar Naik 4,29 Persen Jadi Rp143,22 Triliun

Tunggu Keputusan Presiden

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan DPR RI sedang menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait nama-nama Calon Ketua dan Anggota Dewan Komisioner (DK LPS) 2025-2030.

“Belum (nama Calon DK LPS), kita nunggu, Presiden yang tahu kapan dikirim,” kata Misbakhun saat ditemui di Gedung UGM Samator Pendidikan baru-baru ini.

Misbakhun mengatakan, DPR sifatnya menunggu Surat Presiden (Supres) untuk mengetahui siapa saja nama-nama yang akan dipilih sebagai Calon DK LPS 2025-2030 tersebut.

“Belum tahu (surat akan dikirim), ya Presiden yang tahu lah soal Surpres, kita kan tinggal nunggu, kalau di DPR. DPR kan sifatnya nunggu apa yang dikirim kan oleh Presiden. Belum dikirimkan (Surpres) dari Setneg (Sekretariat Negara),” ungkapnya. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

1 hour ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

6 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

10 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

10 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

10 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

10 hours ago