Poin Penting
Jakarta – PT Bank Mega Syariah mencatat total pembiayaan atau kredit Rp9,18 triliun per Oktober 2025. Realisasi pembiayaan ini tumbuh 25,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau berada di atas pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di level 7,3 persen yoy, menurut Bank Indonesia.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengatakan kinerja ini merupakan hasil buah manis perseroan dalam memperluas akses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
“Perseroan akan terus memperkuat fondasi bisnis, menjaga kualitas pembiayaan, serta menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan inklusif agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang merasakan manfaat pembiayaan syariah yang aman, mudah,” ucap Hanie dalam keterangan resmi di Jakarta, 24 November 2025.
Baca juga: Dana Kelolaan Wealth Management Bank Mega Syariah Tembus Rp125 Miliar di September 2025
Secara rinci, kata Hanie, kontributor terbesar terhadap peningkatan pembiayaan Bank Mega Syariah berasal dari segmen Syariah Card yang mencatat pertumbuhan tahunan mencapai 114 persen.
Selain itu, multifinance juga menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 37 persen, komposisi pembiayaan multifinance didominasi motor yang mencapai porsi sekitar 87 persen. Ini diikuti pembiayaan mobil 10 persen, dan sisanya untuk pembiayaan barang elektronik.
Tidak hanya itu, pembiayaan konsumer juga naik 33 persen yoy. Pertumbuhan portofolio konsumer terutama ditopang oleh peningkatan pembiayaan Flexi Home, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan outstanding dengan pertumbuhan sekitar 37,51 persen yoy.
Baca juga: OJK: Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan
Pertumbuhan signifikan juga datang dari produk pembiayaan FLPP (Flexi Sejahtera) yang meningkat 57,63 persen yoy, serta pembiayaan multiguna (Flexi Multiguna) dan pembiayaan haji khusus (Flexi Mitra Mabur) yang masing-masing tumbuh 362,26 persen yoy dan 244,37 persen yoy.
Di samping itu, hingga periode terbaru, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp12,28 triliun atau tumbuh sekitar 16,9 persen, yang didorong oleh beragam inovasi produk serta optimalisasi layanan digital yang semakin memudahkan nasabah dalam bertransaksi dan menabung, sehingga memperkuat likuiditas bank. (*)
Editor; Galih Pratama
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More