Jakarta– PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan laba bersih Rp949 miliar hingga Semester I-2019. Angka tersebut tumbuh 9% secara year on year (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp874 miliar.
Direktur utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga yang tumbuh sebesar 12% menjadi Rp5,89 triliun.
“Tak hanya itu, beban bunga naik 15% menjadi Rp2,33 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih naik 10% menjadi Rp3,55 triliun sehingga menghasilkan margin bunga bersih sebesar 14,2%,” kata Hafidz di Jakarta, Senin 29 Juli 2019.
Hafidz menambahkan, biaya operasional tercatat juga naik 5% menjadi Rp 1,79 triliun yang menghasilkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9%. Sementara pada ROAA dan ROAE perusahaan masing-masing mencapai 6,0% dan 28,8%.
Sedangkan untuk angka pendanaan Adira Finance juga tercatat meningkat 11% menjadi Rp23,7 triliun di Semester I-2019 dengan total pinjaman bank meningkat sebesar 9% menjadi sebesar Rp12,6 triliun, sementara obligasi naik 17% menjadi Rp10,4 triliun.
“Pada kuart II-2019, kami telah menerbitkan obligasi sebesar Rp2 triliun dan sukuk Rp96 miliar dengan total penerbitan sebesar Rp2,06 triliun dari Program Obligasi Berkelanjutan IV Tahap V. Oleh karena itu, kami masih memiliki sisa obligasi Rp1,2 triliun dari Program Berkelanjutan IV dan telah sepenuhnya menggunakan program Sukuk kami,” tukas Hafidz. (*)
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More