Jakarta – KSK Insurance mencatatkan pertumbuhan premi bruto gross 58,56% secara tahunan atau dari Rp208,35 miliar pada semester satu 2021 menjadi Rp330,35 miliar di periode yang sama tahun ini.
Finance Director KSK Insurance, Suharjo Lumbanraja mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa lini bisnis yaitu asuransi properti Rp110,88 miliar, asuransi kesehatan Rp87,09 miliar, asuransi kendaraan bermotor senilai Rp74,38 miliar.
“Kemudian, disusul oleh asuransi rekayasa senilai Rp28,11 miliar, asuransi pengangkutan barang Rp17,70 miliar, serta asuransi aneka Rp12,20 miliar,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 22 Juli 2022.
Ia optimis, di penghujung 2022 ini KSK Insurance akan mampu mencatatkan pertumbuhan premi bruto gross hingga Rp820 miliar atau tumbuh sekitar 50% dibandingkan tahun 2021.
“Hingga akhir tahun 2022, kami optimis bisa mencapai target pendapatan premi bruto hingga Rp820 miliar atau setara tumbuh hampir 50% dibandingkan tahun lalu,” lanjut Suharjo.
Baca juga : KSK Insurance Indonesia Gelar Program Literasi Keuangan
Di kesempatan yang sama, Marketing Director KSK Insurance, Eny Handayani menjelaskan, sejumlah upaya dilakukan pihaknya untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan membuka kantor perwakilan di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya di Denpasar, Bali.
“Pembukaan kantor perwakilan di Bali masih dalam proses perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembukaan kantor ini juga sebagai upaya memperkuat bisnis KSK Insurance Indonesia di luar Pulau Jawa,” ungkapnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More