Tumbuh 33,23%, Laba Bank Mega Tembus Rp4,01 Triliun di 2021

Tumbuh 33,23%, Laba Bank Mega Tembus Rp4,01 Triliun di 2021

Tumbuh 33,23%, Laba Bank Mega Tembus Rp4,01 Triliun di 2021
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) mengumumkan laba bersih tahun 2021 mencapai sebesar Rp4,01 triliun. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 33,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,01 triliun.

Direktur Utama Kostaman Thayib menjelaskan bahwa Pertumbuhan laba tersebut diperoleh dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik sebesar 23,70% menjadi Rp4,84 triliun
dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,91 triliun.

“Selain pendapatan bunga bersih, kenaikan laba Bank Mega juga disebabkan oleh kenaikan fee based income sebesar 7,55% menjadi Rp3,14 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar
Rp2,92 triliun,” terang Kostaman, Jumat, 25 Febuari 2022.

Dengan kinerja tersebut, total asset perusahaan tercatat tumbuh sebesar 18,43% menjadi Rp132,88 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,20 triliun.

Di tahun 2021, Bank Mega mencatat pertumbuhan kredit sebesar 25,14% menjadi Rp60,68 triliun dari Rp48,59 triliun di tahun 2020. Pertumbuhan kredit tersebut jauh di atas pertumbuhan industri
perbankan yang tercatat hanya mengalami pertumbuhan 5,21%(yoy).

Kredit korporasi merupakan segmen kredit dengan pertumbuhan terbesar, yaitu meningkat 52,36% menjadi Rp39,93 triliun dari Rp26,21 triliun pada tahun 2020. Pertumbuhan kredit ini juga diiringi dengan semakin membaiknya kualitas kredit Bank Mega.

Disisilain, NPL gross juga membaik menjadi 1,12% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,39%. Sedangkan NPLnett menjadi 0,81% dari tahun 2020 yang sebesar 1,07%.

Sementara pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga, Bank Mega berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,90% menjadi Rp98,91 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp79,19 triliun.

Pertumbuhan ini juga diiringi dengan membaiknya komposisi rasio dana murah dengan dana mahal menjadi 31,15% : 68,85% berbanding 28,12% : 71,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini berdampak terhadap penurunan biaya dana (cost of fund) menjadi 3,55% dari
sebelumnya 5,15%.

Sedangkan Giro meningkat sebesar 92,16% menjadi Rp16,36 triliun pada Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp8,51 triliun. Selain itu tabungan meningkat sebesar 5,10% menjadi Rp14,45 triliun pada posisi Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp13,75 triliun.

Adapun deposito meningkat sebesar 19,63% menjadi sebesar Rp68,10 triliun pada posisi Desember 2021 dari posisi sebelumnya sebesar Rp56,92 triliun. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]