News Update

Tumbuh 2 Persen per Bulan, Pengguna OCTO Biz CIMB Niaga Tembus 21 Ribu

Poin Penting

  • OCTO Biz telah menjangkau lebih dari 21.000 nasabah perusahaan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 2 persen setiap bulan
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk menekankan kualitas dan keaktifan transaksi nasabah, bukan sekadar menambah jumlah pengguna
  • OCTOBIZ menyediakan solusi end-to-end, mulai dari pengelolaan cash flow, transaksi domestik dan internasional, hingga payroll dan supply chain financing dalam satu dashboard.

Jakarta— PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna melalui platform digital bisnis, OCTO Biz. Teranyar, jumlah nasabah menembus 21.000, dengan pertumbuhan rata-rata 2 persen setiap bulan.

“Saat ini ada 21 ribu nasabah perusahaan yang sudah tergabung ke dalam OCTO Biz. Di mana perkembangan tiap bulan itu kenaikannya 2 persen,” ujar Rusly Johannes, Direktur Business Banking CIMB Niaga, Senin, 6 April 2026.

Ia mengatakan, perseroan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah pengguna, tetapi juga kualitas dan keaktifan nasabah dalam bertransaksi.

Baca juga: CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Fellowship Keberlanjutan untuk Jurnalis

“Kita melihat pertumbuhan nasabah itu yang kita butuhkan adalah yang aktif. Jadi kita maunya on-board nasabah yang aktif bukan sekedar meng-onboard nasabah-nasabah. Itu yang kita butuhkan saat ini,” bebernya.

Terkait target pengguna, Rusly menyebut bank yang mayoritas dimiliki oleh Group Sdn Bhd – perusahaan asal Malaysia ini tetap mematok target tinggi, namun dengan pendekatan terukur. Di mana, mengutamakan nasabah aktif yang menggunakan layanan dibandingkan sekadar mengejar angka pertumbuhan.

“Soal target tinggi-tingginya. Tapi kita lihat juga yang terukur alias benar-benar aktif di kita,” bebernya.

Bank Niaga Luncurkan OCTOBIZ

Diketahui, CIMB Niaga menghadirkan OCTOBIZ, platform digital terintegrasi untuk mempermudah pengelolaan transaksi bisnis bagi para pelaku UMKM di Tanah Air.

Baca : CIMB Niaga Syariah Perluas Cabang Digital, Perkuat Strategi Hybrid Banking

OCTOBIZ dirancang sebagai platform terintegrasi yang memungkinkan pelaku usaha mengelola seluruh kebutuhan keuangan bisnis dalam satu dashboard

Dengan fitur lengkap, nasabah dapat mengatur cash flow secara terintegrasi termasuk melihat nilai aset dan liabilitas secara real-time, melakukan transaksi domestik maupun internasional.

Termasuk transfer cross currency tanpa konversi ganda, menjalankan transaksi payroll dalam jumlah besar, membayar pajak dan tagihan rutin, mengelola likuiditas melalui penempatan deposito secara online, hingga pengelolaan supply chain financing yang bisa dilakukan dalam satu platform.

Sejak dilakukan soft launching pada Februari 2026, OCTOBIZ telah digunakan oleh lebih dari 20 ribu perusahaan.

Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap solusi digital yang mampu mendukung pengelolaan bisnis secara lebih efisien dan terintegrasi.

“Melalui OCTOBIZ, CIMB Niaga mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan solusi digital yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pengambilan keputusan,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

21 mins ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

55 mins ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

1 hour ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

2 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

2 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

2 hours ago