Tumbuh 16%, Laba Allianz Life Indonesia Sentuh Rp1,3 Triliun

Tumbuh 16%, Laba Allianz Life Indonesia Sentuh Rp1,3 Triliun

Allianz Indonesia Bayarkan Klaim Korban Lion Air JT610
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) di sepanjang tahun 2020 membukukan laba bersih (Net Income) Rp1,3 triliun atau tumbuh 16% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joos Louwerier menjelaskan, pencapaian kinerja Allianz Life Indonesia di tahun 2020 dilatarbelakangi oleh transformasi digital yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Allianz Life Indonesia melihat peralihan dan perubahan yang terjadi sebagai sebuah peluang untuk terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan bagi nasabah.

“Melalui tahun 2020 yang penuh tantangan, kami dengan cepat melakukan adaptasi, juga menerapkan perubahan untuk tetap menyediakan perlindungan asuransi dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Kami selalu memastikan nasabah dan mitra bisnis dapat terus mengakses produk dan layanan kami dari manapun dan kapanpun,” kata Joos melalui video conference di Jakarta, Rabu 2 Juni 2021.

Dirinya menyebut, pandemi menciptakan peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap berbagai risiko kehidupan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan lini bisnis asuransi kesehatan perorangan Allianz Life Indonesia, yang mencakup produk asuransi kesehatan murni maupun manfaat tambahan (rider) kesehatan yang melengkapi asuransi jiwa unit link. Di tahun 2020, GWP dari lini bisnis ini meningkat 102,1% menjadi Rp1,1 triliun.

Di sepanjang tahun 2020, Allianz Life Indonesia juga membuktikan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada nasabah dengan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp11,2 triliun.

Kondisi kesehatan keuangan perusahaan sepanjang tahun juga tercatat sangat baik sepanjang tahun, dengan salah satu indikator tingkat rasio kecukupan modal atau Risk-Based Capital Ratio (RBC) sebesar 472% per Desember 2020, jauh berada di atas ketentuan minimum yang ditentukan regulator. (*)

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]