Kantor pelayanan PT Bank Victoria International Tbk. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Victoria International Tbk berhasil mencatatkan kinerja positifnya di kuartal III-2023 dengan menyalurkan kredit sebesar Rp17,72 triliun atau mengalami pertumbuhan 11,97 persen bila dibandingkan dengan capaian akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp15,82 triliun.
Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangannya, Kamis, 2 November 2023 merincikan, total aset perseroan juga menunjukkan performa positif di kuartal III 2023 yakni mencapai Rp27,35 triliun, meningkat sebesar 5,45 persen dibandingkan akhir Desember 2022 yakni Rp25,93 triliun.
Baca juga: Gelar RUPST, Bank Victoria Tunjuk Direktur Baru
Dari sisi liabilitas pada Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 5,83 persen menjadi sebesar Rp20,50 triliun, dari per 31 Desember 2022 yang tercatat sebesar Rp19,37 triliun.
Pencapaian atas kinerja bisnis dan operasional Bank mempengaruhi laba Bank Victoria yang tercermin diantaranya pada pendapatan bunga bersih per 30 September 2023 mencapai sebesar Rp425 miliar dan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp115 miliar.
Pencapaian kinerja keuangan ini turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Modal Inti Bank Victoria yang secara organik menjadi sebesar Rp3,24 triliun per 30 September 2023.
Sejalan dengan arah strategi dan kebijakan Bank, maka bank senantiasa memelihara pertumbuhan rasio-rasio keuangan utama berada pada level sehat. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) menjadi 20,76 persen per 30 September 2023 dari 19,13 persen per 30 September 2022.
Baca juga: Bank Victoria International (BVIC) Berhasil Penuhi Modal Inti Minimum Bank
Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat menjadi 86,43 persen pada 30 September 2023 dari 81,56% per 30 September 2022 dengan rasio kredit bermasalah yang ditunjukkan oleh rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto dan neto pada kuartal III 2023 menjadi masing-masing sebesar 4,15 persen dan 3,24 persen. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More