Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran kredit perbankan pada Juli 2022 tsebesar Rp6.143,7 triliun, atau tumbuh 10,5% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,4% (yoy). Kredit kepada perorangan tumbuh 10,0% (yoy), setelah tumbuh 9,4% (yoy) pada Juni 2022. Sementara itu, kredit kepada korporasi tumbuh 12,1% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 12,5%.
Seperti dikutip dari data Uang Beredar Bank Indonesia, berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan penyaluran kredit pada Juli 2022 terjadi baik pada Kredit Modal Kerja maupun Konsumsi. Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 12,9% (yoy) pada Juli 2022, setelah tumbuh 12,7% (yoy) pada Juni 2022.
KMK sektor Industri Pengolahan pada bulan Juli 2022 tumbuh sebesar 16,0% (yoy), setelah tumbuh 14,7% (yoy) pada Juni 2022 seiring pertumbuhan kredit pada sub sektor Industri Minyak Goreng dari Kelapa Sawit Mentah di Sumatera Utara dan Riau. KMK sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan tumbuh 23,8% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 17,9% (yoy).
Kredit Konsumsi (KK) juga ikut tumbuh 7,6% (yoy) pada Juli 2022, setelah sebelumnya tumbuh 7,6% (yoy) pada Juni 2022.
Kredit Investasi (KI) pun tumbuh 9,5% (yoy) pada Juli 2022, setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,3% (yoy). KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan tumbuh 3,2% (yoy) pada Juli 2022, setelah tumbuh 4,4% (yoy) pada Juni 2022. Sementara itu, penyaluran kredit sektor Properti tumbuh 5,3% (yoy) pada Juli 2022, setelah padabbulan sebelumnya tumbuh 5,0% (yoy).
Kredit KPR/KPA tercatat mampu tumbuh sebesar 7,3% (yoy), setelah tumbuh 7,1% (yoy) pada Juni 2022. Sementara itu, kredit Real Estate tumbuh 11,0% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 9,8% (yoy). Di sisi lain, kredit konstruksi terkontraksi sebesar 0,02% (yoy), setelah bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 0,04% (yoy).
Penyaluran kredit kepada UMKM pada Juli 2022 tumbuh 18,2% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 17,6% (yoy). Kredit UMKM skala mikro tumbuh 115,7% (yoy) pada Juli 2022, setelah sebelumnya tumbuh 113,7% (yoy) pada Juni 2022. Sementara itu, Kredit usaha kecil tumbuh sebesar 22,0% (yoy) pada bulan laporan.
Di sisi lain, kredit UMKM skala menengah terkontraksi 26,65% (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi 26,71% (yoy) pada Juni 2022. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM dipengaruhi oleh Kredit Modal Kerja.
Sedangkan dari sisi penghimpunan DPK pada Juli 2022 tercatat sebesar Rp7.284,4 triliun, atau tumbuh 8,4% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 8,9% (yoy). Perkembangan DPK terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan giro dan tabungan. Berdasarkan golongan nasabah, pertumbuhan simpanan terjadi baik pada golongan nasabah perorangan maupun korporasi, baik pada jenis simpanan giro maupun tabungan.
Pada Juli 2022, giro tercatat tumbuh 17,7% (yoy), setelah sebelumnya tumbuh sebesar 20,1% (yoy) pada Juni 2022. Sementara itu, tabungan tercatat tumbuh 11,9% (yoy) pada bulan laporan, setelah sebelumnya tumbuh sebesar 12,1% (yoy). Simpanan berjangka mengalami kontraksi sebesar 0,3% (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi 1,0% (yoy) pada Juni 2022. (*)
Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,78 persen ke level 9.018,26 dan sempat menyentuh 9.021,14, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas kompak naik pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, baik untuk produk… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi menguat terbatas dengan pergerakan variatif pada perdagangan 14 Januari 2026, di… Read More
Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More