Categories: KeuanganNews Update

Tugu Insurance Raih “Top 20 Financial Institution” & The Best CFO dari The Finance

Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) kembali mendapatkan penghargaan Top 20 Financial Institution dari The Finance. Berdasarkan riset yang dilakukan The Finance Institute, Tugu Insurance dinilai berhasil menjaga kinerjanya dengan sangat baik dalam tiga tahun terakhir.

Direktur Utama Tugu Insurance Indra Baruna mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Tugu Insurance agar kami dapat lebih baik lagi di masa depan. “Pencapaian ini adalah hasil kerja keras semua tim sehingga Tugu Insurance dapat meraih performa yang baik” jelas Indra.

Penghargaan ini diberikan dengan mengukur performa masing-masing lembaga keuangan dari keempat sektor industri keuangan, yang bahan baku utamanya adalah laporan keuangan dalam tiga tahun atau tiga periode terakhir, yang selanjutnya difilter berdasarkan size perusahaan.

“Kami menghargai sektor keuangan yang mencatat kinerja keuangan selama tiga tahun dan menjadi market leader di sektornya. Rating dan pemberian penghargaan (awarding) ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada lembaga-lembaga keuangan yang mampu menjaga kinerjanya dengan sangat baik dalam tiga tahun terakhir, di tengah kondisi perekonomian yang sedang dalam ketidakpastian serta tantangan yang makin berat bagi industri keuangan nasional,” kata Eko B. Supriyanto, Rabu, 11 Desember 2019.

Selain memperoleh penghargaan Top 20 Financial Institution, Direktur Keuangan Tugu Insurance, Muhammah Syahid dinobatkan sebagai The Best CFO in Financial Institution 2019 versi The Finance. Kedua penghargaan ini menjadi bukti Tugu Insurance semakin baik dalam pengeloaan maupun bisnis dan senantiasa menjaga kepercayaan Investor untuk terus mempertahankan kinerja positifnya secara berkesinambungan.

Tugu Insurance mencatatkan kinerja sangat baik pada triwulan III 2019. Emiten Anak BUMN PT Pertamina (Persero) yang memiliki kode saham TUGU ini meraih laba bersih konsolidasian setelah hak minoritas sebesar Rp285,90 miliar atau naik 174% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp104,23 miliar.

Kenaikan laba bersih itu ditopang oleh pendapatan premi bruto konsolidasian yang meningkat 45% menjadi Rp4,94 triliun dari Rp3,41 trilyun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Seperti diketahui, perusahaan sendiri sebelumnya kembali mendapatkan peringkat Rating A- (Excellent) dari A.M. Best. A.M, yakni lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian.

Dengan raihan peringkat Rating A- (Excellent), Tugu Insurance berarti telah berhasil mempertahankan peringkat ini selama 4 tahun berturut-turut, sehingga masih menjadi satu-satunya perusahaan asuransi umum nasional yang memiliki predikat rating internasional A- (Excellent) dari A.M. Best.

Peringkat A- (Excellent) yang berhasil dipertahankan Tugu Insurance adalah salah satu catatan capaian penting perseroan. A.M. Best menilai, peringkat ini mencerminkan kinerja keuangan Tugu Insurance yang sangat kuat, didukung oleh operasional bisnis yang kuat dan manajemen risiko yang sesuai. A.M. Best menegaskan peringkat kekuatan keuangan Tugu Insurance sangat baik (A-) dan “a-” untuk peringkat kredit emiten jangka panjang. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

8 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

8 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

8 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

8 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

9 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

10 hours ago