Tugu Insuarnce_tride_SPBU Pertamina
Jakarta – Tugu Insurance menjejakkan diri sebagai perusahaan asuransi umum dengan kinerja terbaik di kelas Kakap. Hal itu diungkapkan dalam Rating Perusahaan Asuransi Umum versi Infobank 2019.
Dalam Rating tersebut, Tugu Insurance dan empat asuransi umum lainnya berada dalam kelompok perusahaan asuransi umum berpremi bruto Rp2,5 triliun ke atas. Tugu Insurance berada di posisi kedua sebagai perusahaan dengan kinerja yang Sangat Bagus dengan nilai nyaris sempurna. Nilainya mengalahkan Asuransi Central Asia, Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), dan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo),
Penilaian didasarkan pada kinerja sepanjang 2018. Pada periode tersebut, perolehan premi Tugu Insurance mencapai Rp2,72 triliun. Labanya mencapai Rp290,98 miliar. Dari 12 penilaian yang diberikan sebanyak 10 kriteria penilaian meraih skor sempurna. Hal itulah yang mengantar Tugu Insurance meraih total skor 90,96 atau hanya terpaut 1,30 poin saja dengan posisi pertama yang diduduki Asuransi Sinar Mas.
Perusahaan yang kini dinahkodai oleh Indra Baruna ini kini tengah giat membangun jaringan penjualan di jaringan SPBU milik Induk Usahanya, Pertamina. Hal itu dilakukan Tugu Insurance untuk mendorong bisnis retail yang terbilang baru dijajakinya. Dengan strategi ini, diharapkan bisnis retail dapat menyeimbangkan protofolio bisnis Tugu Insurance yang saat ini lebih dominan di non retail.(*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More