Categories: KeuanganNews Update

Tugu Insurance Berniat Jaga Level RBC di 250%

Jakarta – Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), Indra Baruna mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjaga tingkat Risk Based Capital (RBC) di level 250%. Sampai dengan kuartal III 2019, RBC Tugu Insurance ada di posisi level 398%.

“Di level sekitar 250% akan kita tahan di sana. Dengan angka itu masih ada room untuk ekspansi bisnis. Angka itu sendiri berada jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 120%,” jelas Indra usai paparan kinerja perseroan di event Public Expose Tahun 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis, 14 November 2019.

Indra sendiri mengatakan, potensi bisnis tahun ini sendiri sangat besar. Dengan RBC yang besar, ruang mendapatkan bisnis bisa lebih banyak.

Seperti diketahui, Tugu Insurance sendiri mencatatkan kinerja sangat baik pada triwulan III 2019.

Emiten Anak BUMN PT Pertamina (Persero) yang memiliki kode saham TUGU ini meraih laba bersih konsolidasian setelah hak minoritas sebesar Rp285,90 miliar atau naik 174% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp104,23 miliar.

Indra menjelaskan, kenaikan laba bersih itu ditopang oleh pendapatan premi bruto konsolidasian yang meningkat 45% menjadi Rp4,94 triliun dari Rp3,41 trilyun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan pendapatan premi bruto itu terjadi hampir di seluruh sektor, mulai dari sektor energy, non-energy, commercial serta retail business. Selain peningkatan pada sisi pendapatan premi, Tugu Insurance juga berhasil  meningkatkan kinerja hasil underwriting,” jelas Indra. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Chubb Life Dorong Penetrasi Asuransi Kesehatan Lewat Produk Penyakit Kritis

Poin Penting Chubb Life Insurance Indonesia meluncurkan produk My Critical Illness Protection untuk meningkatkan penetrasi… Read More

42 seconds ago

OJK Dukung Rencana Purbaya Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More

16 mins ago

Asing Net Sell Rp1,77 Triliun, Saham BMRI, BBRI, dan ANTM Paling Banyak Dilego

Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More

40 mins ago

Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran, Ini Syaratnya

Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More

46 mins ago

Mirae Asset Sebut Tekanan Eksternal Masih Bayangi IHSG dan Rupiah

Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More

59 mins ago

Cadangan Devisa Indonesia Menyusut jadi USD148,2 Miliar, Ini Penjelasan BI

Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More

1 hour ago