Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group. (Foto: Dok. Infobank)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank
JADI bankir Bank Pembangunan Daerah (BPD) itu tak cukup hanya pintar, tapi harus pintar-pintar. Nasibnya tak menentu. Rapat biasa soal kinerja bisa saja berujung pada pencopotan. Tapi, kalau “pintar-pintar” bisa sampai tiga periode. Kinerja bukan lagi sebuah ukuran untuk terus bisa duduk di kursi direksi. Nasib bank selanjutnya seperti tak dihiraukan.
Semua tergantung pemegang saham. Hari-hari ini sering terdengar pencopotan direksi BPD secara mendadak. Sebut saja di Bank Sumut yang secara mendadak mencopot Rahmat F. Pohan sebagai Dirut Bank Sumut.
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
View Comments
Setuju sekali. Imbas warisan nenek moyang bukan hanya terasa pada direksi. PD karyawan yg notabene bekerja mati Matian membuat prestasi tertindas dn kalah oleh kepentingan karyawan yg menggunakan nama pejabat Pemda. Kelompok kelompok yg membawa nama pejabat menjadi dominan sehingga manajemen BPD dikategorikan perusahaan berbasis KKN. Bubarkan SJ masih banyak bank pemerintah yg LBH solid utk dipertahankan yg TDK menimbulkan kezoliman akut.