Jakarta – Direktur Utama PT Djakarta Lloyd Suyoto mengungkapkan jurusnya saat membangkitkan Djakarta Lloyd dari keterpurukan dan mengembangkan bisnisnya, yakni dengan meningkatkan kepercayaan (trust) terhadap konsumen.
“Strategi kita bagaimana cara mendekatkan kita ke klien, sehingga klien dapat memberikan pekerjaan kepada kita. Karena kita kan berusaha di bidang jasa ya, jasa itu touch-nya dengan kepercayaan,” ujarnya, kepada Infobank, di Jakarta.
Maka dari itu, pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kepercayaan kepada klien dan diharapkan bukan hanya jumlah klien yang bertambah, tetapi juga project.
Di samping itu, di internal perusahaan sendiri, pihaknya menerapkan sejumlah kebijakan agar dapat survive ke depannya, salah satunya bersinggungan dengan sumber daya manusia.
“Kita restrukturisasi mulai dari karyawan, kita membikin rasio kerja ya. Jadi, karyawan kita sekarang sangat slim. Kita sesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan,” jelasnya.
Dengan demikian, masing-masing karyawan memiliki job desk yang padat, sehingga bisa tercapai efisiensi kerja. Kemudian, pihaknya juga mengubah internal culture perusahaan.
“Yang dulunya kita santai, sekarang kita semua berubah. Pokoknya, bagaimana kita memuaskan klien atau konsumen, jadi itulah moto kita. Kita harus bergerak lebih cepat ketimbang yang lain,” pungkasnya. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More