Jakarta – Direktur Utama PT Djakarta Lloyd Suyoto mengungkapkan jurusnya saat membangkitkan Djakarta Lloyd dari keterpurukan dan mengembangkan bisnisnya, yakni dengan meningkatkan kepercayaan (trust) terhadap konsumen.
“Strategi kita bagaimana cara mendekatkan kita ke klien, sehingga klien dapat memberikan pekerjaan kepada kita. Karena kita kan berusaha di bidang jasa ya, jasa itu touch-nya dengan kepercayaan,” ujarnya, kepada Infobank, di Jakarta.
Maka dari itu, pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kepercayaan kepada klien dan diharapkan bukan hanya jumlah klien yang bertambah, tetapi juga project.
Di samping itu, di internal perusahaan sendiri, pihaknya menerapkan sejumlah kebijakan agar dapat survive ke depannya, salah satunya bersinggungan dengan sumber daya manusia.
“Kita restrukturisasi mulai dari karyawan, kita membikin rasio kerja ya. Jadi, karyawan kita sekarang sangat slim. Kita sesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan,” jelasnya.
Dengan demikian, masing-masing karyawan memiliki job desk yang padat, sehingga bisa tercapai efisiensi kerja. Kemudian, pihaknya juga mengubah internal culture perusahaan.
“Yang dulunya kita santai, sekarang kita semua berubah. Pokoknya, bagaimana kita memuaskan klien atau konsumen, jadi itulah moto kita. Kita harus bergerak lebih cepat ketimbang yang lain,” pungkasnya. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More