Jakarta – Direktur Utama PT Djakarta Lloyd Suyoto mengungkapkan jurusnya saat membangkitkan Djakarta Lloyd dari keterpurukan dan mengembangkan bisnisnya, yakni dengan meningkatkan kepercayaan (trust) terhadap konsumen.
“Strategi kita bagaimana cara mendekatkan kita ke klien, sehingga klien dapat memberikan pekerjaan kepada kita. Karena kita kan berusaha di bidang jasa ya, jasa itu touch-nya dengan kepercayaan,” ujarnya, kepada Infobank, di Jakarta.
Maka dari itu, pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kepercayaan kepada klien dan diharapkan bukan hanya jumlah klien yang bertambah, tetapi juga project.
Di samping itu, di internal perusahaan sendiri, pihaknya menerapkan sejumlah kebijakan agar dapat survive ke depannya, salah satunya bersinggungan dengan sumber daya manusia.
“Kita restrukturisasi mulai dari karyawan, kita membikin rasio kerja ya. Jadi, karyawan kita sekarang sangat slim. Kita sesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan,” jelasnya.
Dengan demikian, masing-masing karyawan memiliki job desk yang padat, sehingga bisa tercapai efisiensi kerja. Kemudian, pihaknya juga mengubah internal culture perusahaan.
“Yang dulunya kita santai, sekarang kita semua berubah. Pokoknya, bagaimana kita memuaskan klien atau konsumen, jadi itulah moto kita. Kita harus bergerak lebih cepat ketimbang yang lain,” pungkasnya. (*)
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More