Alhasil dengan kondisi tersebut, investorpun banyak yang melakukan aksi jual dan mendorong sembilan sektor saham melemah. Hanya sektor perdagangan yang mencatatkan penguatan sebesar 0,45%. Sektor infrastruktur memimpin pelemahan indeks sore ini sebesar 2,23% disusul sektor keuangan sebesar 1,52%.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan ramai dimana frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 358.985 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 12,874 miliar saham senilai Rp9,35 triliun. Sebanyak 100 saham tercatat naik, 220 saham turun, dan 81 saham stagnan.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Korsa naik Rp1.150 ke Rp6.950, Matahari Department Store naik Rp200 ke Rp16.700, Jakarta Setiabudi naik Rp190 ke Rp1.990, dan Harum Energy naik Rp170 ke Rp2.640.
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Gudang Garam turun Rp750 ke Rp67.200, Indo Tambangraya turun Rp575 ke Rp15.925, Chandra Asri turun Rp425 ke Rp18.775, dan Bank Rakyat Indonesia turun Rp275 poin ke Rp12.600. (Baca juga : Nih Tanggapan Mantan Kepala BKPM Soal Hasil Pilpres AS)
Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:
Indeks Nikkei 225 turun 919,84 poin (5,36%) ke 16.251,54
Indeks Hang Seng turun 806,94 poin (3,52%) ke 22.102,53
Indeks SSE Composite turun 19,52 poin (0,62%) ke 3.128,37
Indeks Straits Times turun 30,03 poin (1,,06%) ke 2.790,21.
(*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More