Presiden Venezuela, Nicols Maduro memamerkan emas batangan (foto: ist)
Poin Penting
Jakarta – Venezuela menjadi negara di Amerika Latin yang memiliki cadangan emas terbesar. Namun, negara ini tengah menghadapi krisis usai diserang Amerika Serikat (AS) hingga Presiden Nicolas Maduro ditangkap.
Usai penangkapan presiden tersebut, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk memanfaatkan dan mengelola cadangan minyak dan emas milik Venezuela hingga transisi pemerintahan yang ‘aman’.
Lantas seberapa besar cadangan emas Venezuela hingga Trump ngebet untuk mengelolanya?
Berdasarkan data dari World Gold Council (WGC), Venezuela rupanya memiliki cadangan emas sekitar 161,22 metrik ton dengan nilai sekitar USD22,5 miliar per kuartal pertama 2024.
Baca juga: Rupiah Predicted to Weaken Due to Arrest of Venezuelan President Nicolas Maduro
Angka yang stabil sejak kuartal keempat 2023 ini, menjadikannya salah satu pemilik emas terbesar di Amerika Latin, dengan puncak historis 372,93 ton di 2011 dan titik terendah 150,22 ton di 2018.
Menariknya, Venezuela juga memiliki cadangan emas likuid. Namun, sayangnya cadangan emas ini tidak sepenuhnya berada di dalam negeri. Sebagian tersimpan ribuan kilometer dari Caracas dan hingga kini tak bisa disentuh pemerintah Nicolás Maduro.
Baca juga: Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Dikutip CNBC, sekitar 31 ton emas Venezuela tersebut disimpan di brankas Banco de Inglaterra di London. Cadangan emas likuid ini telah berada di Inggris sejak sebelum krisis politik dan ekonomi Venezuela memburuk.
Masalah kian memburuk sejak 2018, di mana pemerintah Inggris memutuskan untuk membekukan akses emas usai mengakui tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sah Venezuela, menggantikan Nicolás Maduro.
Akibat keputusan politik itu, emas Venezuela di London tidak diserahkan kepada rezim Maduro. Hingga saat kini, aset emas likuid tersebut masih terkunci di Bank of England, meski pemerintah Venezuela telah berulang kali menggugatnya melalui jalur hukum internasional. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Singapura memperketat skrining bandara dengan pemeriksaan suhu bagi penumpang dari wilayah terdampak virus… Read More
Poin Penting Airlangga menilai trading halt BEI sebagai momentum reformasi regulasi pasar modal. Pembahasan reformasi… Read More
Poin Penting OJK bersama SRO terus mengkaji kesesuaian proposal pasar saham domestik dengan ketentuan MSCI… Read More
Poin Penting DPK perbankan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp9.467,6 triliun per Desember 2025, didorong giro… Read More
Poin Penting Risiko kerugian bencana alam di Indonesia mencapai Rp20 triliun-Rp50 triliun per tahun, dengan… Read More
Poin Penting Trading halt akibat kepanikan pasar bersifat sementara, dipicu isu potensi penurunan status Indonesia… Read More