Internasional

Trump Bakal Pangkas Anggaran Pertahanan 8 Persen, Ini Alasannya

Jakarta – Pemerintahan Presiden Donald Trump memerintahkan para pemimpin senior militer Amerika Serikat (AS) untuk bisa memangkas anggaran pertahanan hingga delapan persen per tahun, atau sekitar USD290 miliar dalam lima tahun ke depan.

“Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Pentagon untuk mengembangkan pengurangan yang dalam,” tulis sebuah memo, dinukil VOA Indonesia, Jumat, 21 Februari 2025.

Diketahui, anggaran Pentagon untuk tahun 2025 sekitar USD850 miliar. Para anggota kongres dari seluruh partai politik menyetujui bahwa pengeluaran besar-besaran diperlukan untuk mencegah ancaman, terutama dari Tiongkok dan Rusia.

Baca juga : Jurus Trump Pikat Pebisnis Global yang Buat Produknya di Amerika

Menurut mereka, apabila pemangkasan dilaksanakan secara penuh, akan mengurangi angka tersebut hingga puluhan miliar setiap tahun menjadi sekitar USD560 miliar pada akhir lima tahun.

Meski begitu, laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci pos apa saja yang ‘dipotong’ di militer AS. Namun, dalam laporan sebelumnya mengatakan pekerja sipil.

Baca juga : DMMX Bawa Teknologi Digital Cloud Signage Berbasis AI ke Gerai Xiaomi di Amerika Selatan

AS saat ini menghabiskan sekitar 3,4 persen dari PDB-nya untuk pertahanan, dan ambang batas lima persen akan semakin jauh dari jangkauan jika anggaran Pentagon dikurangi.

Harga saham kontraktor pertahanan utama AS terpukul oleh berita tersebut, dengan Lockheed Martin turun sebentar sebelum pulih, Northrop Grumann turun hampir dua persen dan Palantir ditutup turun lebih dari 10 persen.

Memo Hegseth mengatakan, pemotongan yang diusulkan harus disusun paling lambat tanggal 24 Februari, dan mencakup 17 kategori yang ingin dikecualikan oleh Trump, termasuk operasi di perbatasan AS dengan Meksiko dan modernisasi senjata nuklir dan pertahanan rudal. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

15 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

16 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

16 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

22 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago