Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden AS. (Foto: istimewa)
Jakarta – Usai dinyatakan bersalah atas pelecehan seksual terhadap penulis Jean Carroll, mantan Presiden AS Donald Trump akan mengajukan banding atas putusan dewan juri Pengadilan Manhattan, New York, Selasa (9/5/2023) waktu setempat.
Hal tersebut diungkap Trump melalui jejaring sosial miliknya, Truth Social. Menurutnya, keputusan yang dijatuhkan dewan hakim kepada politisi Partai Republik itu merupakan sebuah aib.
“Kami akan mengajukan banding atas putusan ini. Ini adalah aib,” kata Trump dalam pernyataannya melalui video, seperti dilansir EFE, Jumat (12/5/2023).
Putusan hakim Pengadilan Manhattan, New York menyatakan Donald Trump bersalah atas pelecehan seksual terhadap penulis Jean Carroll.
Hakim lantas memerintahkan Trump membayar ganti rugi senilai US$5 juta atau setara Rp73 miliar. Di mana, sebanyak US$2 juta diberikan kepada Carroll sebagai ganti rugi kasus pelecehan seksual sementara US$3 juta untuk pencemaran nama baik.
Jean Carroll sendiri Carroll menggugat politisi Partai Republik itu melakukan pemerkosaan terhadap dirinya di sebuah ruang ganti department store di Bergdorf Goodman, Manhattan pada 1996 lalu.
Tim kuasa hukum Donad Trump menyebut, putusan hakim yang diarahkan kepada kliennya syarat konflik politik. Secara implisit, diakui memengaruhi kampanye presiden Trump, yang maju sebagai calon presiden dalam Pemilu AS 2024 mendatang.(*)
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More